Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bukan Cuma Turunkan Berat Badan, Intermittent Fasting Bisa Perlambat Penuaan Otak
Advertisement . Scroll to see content

Makan Terlalu Larut Malam Picu Lonjakan Gula Darah, Ini Alasannya

Senin, 31 Agustus 2026 - 23:07:00 WIB
Makan Terlalu Larut Malam Picu Lonjakan Gula Darah, Ini Alasannya
Makan terlalu larut malam ternyata tidak hanya dapat mengganggu waktu tidur, tetapi juga berpengaruh terhadap cara tubuh mengatur kadar gula darah. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

Ketika seseorang makan dalam jumlah besar menjelang waktu tidur, tubuh tetap harus memproses asupan tersebut saat sistem metabolisme mulai memasuki fase istirahat. Kondisi ini dapat membuat pengaturan gula darah menjadi kurang optimal.

Jangan Sering Ngemil Larut Malam

Kebiasaan makan atau ngemil terus-menerus hingga larut malam juga membuat tubuh memiliki waktu yang lebih pendek tanpa asupan makanan. Padahal, periode tanpa makanan memberikan kesempatan bagi tubuh untuk mengatur kembali kadar gula darah dan respons insulin.

Intermittent fasting memanfaatkan periode tersebut dengan membatasi waktu seseorang mengonsumsi makanan. Salah satu pola yang populer adalah 16:8, yakni puasa selama 16 jam dan makan dalam jendela delapan jam.

Ketika seseorang tidak terus-menerus makan, terutama pada malam hari, sensitivitas insulin berpotensi meningkat. Tubuh kemudian dapat menjadi lebih baik dalam mengatur kadar gula darah.

Sensitivitas insulin penting bagi kesehatan secara keseluruhan karena resistensi insulin dikaitkan dengan berbagai gangguan metabolisme. Kondisi tersebut juga disebut berperan dalam proses penuaan otak.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut