Makan Terlalu Larut Malam Picu Lonjakan Gula Darah, Ini Alasannya
Meski demikian, menghindari makan larut malam bukan berarti seseorang harus memaksakan diri berpuasa selama mungkin. Durasi dan waktu makan perlu disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi masing-masing.
Kualitas Makanan Tetap Penting
Selain memperhatikan waktu makan, jenis makanan yang dikonsumsi juga tidak kalah penting. Pola makan sehat sebaiknya tetap menjadi dasar dalam menjaga kadar gula darah.
Buah dan sayuran, kacang-kacangan, polong-polongan, ikan berlemak, kenari, dan minyak zaitun dapat menjadi pilihan. Makanan kaya antioksidan dan polifenol seperti blueberry juga dapat dimasukkan dalam menu sehari-hari.
Sebaliknya, konsumsi gula tambahan dan daging olahan sebaiknya dibatasi. Pola makan MIND, Mediterania, dan DASH juga memiliki bukti observasional terkait dengan penuaan kognitif yang lebih lambat.
Karena itu, kebiasaan makan terlalu larut malam sebaiknya tidak dilakukan terus-menerus. Mengatur waktu makan lebih awal, mengurangi ngemil malam, serta memilih makanan bernutrisi dapat menjadi bagian dari pola hidup yang mendukung kesehatan metabolisme.
Editor: Dani M Dahwilani