Mencegah Stroke di Rumah dengan Metode Menari, Ini Penjelasannya

Vien Dimyati ยท Sabtu, 10 Oktober 2020 - 15:46:00 WIB
Mencegah Stroke di Rumah dengan Metode Menari, Ini Penjelasannya
Mencegah stroke (Foto: Flintrehab)

MANADO, iNews.id - Stroke merupakan salah satu penyebab kematian nomor satu di Indonesia. Lebih dari 15 persen kematian di Indonesia disebabkan oleh stroke.

Biasanya, stroke iskemik atau stroke infark memiliki kejadian yang lebih sering dibandingkan dengan stroke hemoragik. Namun stroke hemoragik membunuh lebih sering dibandingkan dengan stroke iskemik.

Untuk mengatasi stroke, masyarakat diharapkan dapat mengenal gejala stroke. Salah satu cara mengenal tentang stroke adalah melalui program edukasi kesehatan masyarakat. Terutama di masa pandemi, RS Siloam Hospital Manado mengajak masyarakat untuk mencegah stroke dengan "Menari" (meraba denyut nadi sendiri).

Dokter spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Siloam Hospitals Manado, dr Vekky Sariowan mengatakan, berdasarkan riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2018, provinsi Sulawesi Utara menempati urutan ketiga dalam hal prevalensi penyakit stroke. Menurutnya, ada 2 macam tipe stroke ditinjau dari segi etiologi.

"Pertama, stroke yang disebabkan oleh sumbatan aliran darah atau yang dikenal dengan stroke iskemik. Kedua, yaitu stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah otak atau Stroke Hemoragik," kata dr Vekky Sariowan, dalam kesempatan Webinar, Jumat (9/10/2020).

Dia menjelaskan, sebanyak 2/3 dari total populasi pasien stroke, terdiri dari stroke iskemik, di mana salah satu penyebabnya adalah cardioembolic. Sedangkan fibrilasi atrium adalah suatu keadaan di mana serambi (atrium) jantung tidak berkontraksi secara normal atau hanya terjadi fibrilasi, menyebabkan jantung berdenyut secara ireguler.

"Keadaan ini menyebabkan aliran darah di serambi jantung menjadi stasis dan mudah terbentuk bekuan darah. Bekuan darah pada ruang jantung tersebut yang apabila terlepas dapat menyebabkan sumbatan aliran darah otak (cardioembolic)," kata dr Vekky.

Menurutnya, salah satu langkah awal untuk mencegah terjadinya stroke adalah dengan melakukan deteksi dini penyakit fibrilasi atrium.

Pencegahan dan Pengobatan Stroke

Pedoman terbaru yang diterbitkan oleh perhimpunan dokter spesialis kardiovaskular Eropa pada 2020, salah satu metode deteksi penyakit Fibrilasi Atrium adalah meraba nadi sendiri, terutama pada individu berusia >65 tahun.

Hal ini dilatarbelakangi karena lebih dari 30% penderita fibrilasi atrium gejala awalnya yakni stoke. Pada kesempatan selanjutnya, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah kelahiran Tomohon ini mengingatkan beberapa tindakan medis lanjutan untuk deteksi stroke.

Salah satunya dengan melakukan penapisan atau pemeriksaan berkala pada setiap individu sehat yang berusia >65 tahun seperti pemeriksaan tekanan darah, rekam Jantung dan laboratorium.

Lanjutnya, pengobatan khusus yang diberikan pada pengidap stroke tergantung etiologinya. Siloam Hospital Manado diperlengkapi dengan tenaga dokter spesialis Neurologi dengan berbagai tingkat kompetensinya dan dokter spesialis Bedah Saraf Konsultan yang dapat melakukan penanganan masalah stroke

Adapun dalam menghadapi Pandemi Covid-19, Siloam Hospitals Manado sangat ketat menerapkan protokol kesehatan guna melindungi pasien yang datang berkunjung dan melakukan pengobatan. Dengan menerapkan prinsip clean and clear hospitals, kebersihan dan kesehatan pada lingkup rumah sakit sangat diperhatikan.

Editor : Vien Dimyati