Mendengkur saat Tidur Sebabkan Penyakit Jantung Koroner, Ini Faktanya!

Muhammad Sukardi ยท Jumat, 19 Maret 2021 - 13:48:00 WIB
Mendengkur saat Tidur Sebabkan Penyakit Jantung Koroner, Ini Faktanya!
Tidur mendengkur tanda dari obstructive sleep apnea. (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id - Bukan hanya insomnia, ada gangguan tidur lainnya yaitu obstructive sleep apnea (OSA). Kondisi tersebut biasanya ditandai salah satunya dengan tidur mendengkur

Selain mendengkur, gangguan tidur OSA bisa dikenali lewat lingkar leher yang melebihi 43,2 cm (laki-laki) dan lebih dari 40,6 cm (perempuan). Nilai IMT-nya lebih dari 30 kg/m2, abnormalitas pada hidung, dan overjet. 

Tanda lainnya adalah adanya kelainan anatomi di rongga mulut seperti modified mallampati classication: III atau IV, retrognathia, penyempitan peritonsillar lateral, makroglossia (lidah besar), tonsil membesar, elongasi atau pembesaran anak lidah, dan langit-langit sempit. 

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Dr dr Muhammad Yamin, SpJP(K) menjelaskan, ketika seseorang didiagnosis OSA, risiko jantung koronernya tinggi. 

"Pada seseorang yang menderita OSA dan dilakukan pemeriksaan jantung, 30% dari mereka mengalami jantung koroner," kata dr Yamin, dalam sebuah webinar, Jumat (19/3/2021). 

Selain jantung koroner, masalah lain yang kerap dialami pasien OSA adalah hipertensi ataupun gangguan irama jantung. Hal ini terjadi karena karbondioksidan yang harusnya dikeluarkan tubuh saat tidur, gagal keluar akibat penyempitan saluran pernapasan. 

"Pasien OSA biasanya saat tidur mengalami hambatan di saluran napas, karena tersumbat, kadar oksigen yang masuk menurun sedangkan CO2 yang harusnya dikeluarkan tertahan di dalam tubuh. Efeknya, penurunan oksogen ke otot jantung atau cedera lapisan dalam dinding pembuluh darah," ujar dr Yamin. 

Jika itu terjadi dan tidak mendapat penanganan dengan baik, pasien OSA akan rentan mengalami masalah hipertensi atau darah tinggi atau jantung koroner yang jika berlanjut terus menerus akan menyebabkan serangan jantung atau ganguan irama jantung (aritmia).  

Editor : Dyah Ayu Pamela