Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bau Mulut saat Puasa, Begini Cara Mengatasinya
Advertisement . Scroll to see content

Mengenal Batu Amandel, Gumpalan Kecil Bisa Picu Bau Mulut hingga Sulit Menelan

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:28:00 WIB
Mengenal Batu Amandel, Gumpalan Kecil Bisa Picu Bau Mulut hingga Sulit Menelan
Batu Amandel dapat menimbulkan bau mulut, rasa mengganjal di tenggorokan, hingga kesulitan menelan jika ukurannya membesar. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Batu amandel atau tonsillolith merupakan gumpalan keras yang terbentuk di celah-celah amandel akibat penumpukan sisa makanan dan mikroorganisme. Meski kerap dianggap sepele, kondisi ini dapat menimbulkan bau mulut, rasa mengganjal di tenggorokan, hingga kesulitan menelan jika ukurannya membesar.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Adam Prabata, menjelaskan pembentukan batu amandel melalui sumber ilmiah berjudul Tonsillolith: Not just a stone but a living biofilm. Batu amandel terbentuk ketika sisa makanan dan mikroorganisme menumpuk di kripta tonsil atau celah-celah pada permukaan amandel, kemudian mengalami proses kalsifikasi atau pengerasan.

“Tonsillolith terbentuk dari akumulasi sisa makanan dan mikroorganisme di kripta tonsil yang kemudian mengalami kalsifikasi,” tulis dr. Adam dalam utas di akun Threads miliknya, dikutip Senin (12/10/2026).

Menurutnya, ukuran dan tingkat pengerasan batu amandel dapat berubah seiring waktu. Gumpalan tersebut bisa mengecil atau membesar, bergantung pada proses yang terjadi di dalam celah amandel.

Selain itu, batu amandel dapat menjadi tempat berkumpulnya bakteri. Jika kondisi tersebut berkembang lebih lanjut, risiko infeksi yang lebih serius juga perlu diwaspadai.

“Proses ini dinamis, bisa mengecil atau membesar ukuran batu dan klasifikasinya. Selain itu, di sekitar batu tersebut 'dihuni' oleh bakteri, yang dapat berkembang menjadi infeksi yang lebih berat,” ucap dia.

Melansir Cleveland Clinic, batu amandel dapat menimbulkan sejumlah gejala, di antaranya bau mulut, rasa tidak enak di mulut, sakit tenggorokan, batuk, sakit telinga, serta kesulitan menelan. Sebagian orang juga merasakan sensasi seperti ada benda asing yang tersangkut di tenggorokan.

Risiko terbentuknya batu amandel dapat meningkat pada orang yang sering mengalami tonsilitis atau peradangan amandel berulang. Kondisi ini juga berkaitan dengan lipatan amandel yang lebih besar atau dalam sehingga memudahkan sisa makanan dan mikroorganisme terperangkap. Kurangnya asupan cairan atau dehidrasi juga dapat menjadi salah satu faktor yang berkontribusi.

Pada umumnya, batu amandel tidak berbahaya dan dapat terjadi tanpa menimbulkan gejala berarti. Namun, batu berukuran besar berpotensi menyebabkan iritasi, pembengkakan, rasa tidak nyaman, hingga kesulitan menelan.

Jika disertai nyeri hebat, demam, pembengkakan yang semakin parah, atau gangguan menelan, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan penanganan yang tepat.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut