Mengenal Inovasi Terbaru Pengobatan Kanker dengan Immunotherapy

Siska Permata Sari ยท Rabu, 24 Januari 2018 - 17:18 WIB
Mengenal Inovasi Terbaru Pengobatan Kanker dengan Immunotherapy

Kanker menjadi salah satu penyakit pembunuh manusia nomor dua di dunia. (Foto: Ilustrasi/healthline)

JAKARTA, iNews.id - Kita semua tahu jika kanker merupakan salah satu penyakit yang menjadi momok mengerikan di dunia.

Sebab, kanker cenderung sulit dicegah dan disembuhkan. Sel dalam tubuh, gaya hidup, dan genetik menjadi faktor mengapa seseorang mengidap kanker.

Sebagian besar dari kita juga tahu jika pengobatan kanker itu di antaranya melalui operasi, terapi radiasi, kemoterapi, dan terapi hormon. Namun, pengobatan tersebut tak lepas memiliki risiko-risiko atau efek samping lain.

Ahli Onkologi dan Konsultan Spesialis dari The Cancer Center Singapore Medical Group (SMG), Dr. Wong Seng Weng mengatakan, kemoterapi yang umum dilakukan para pasien memang cenderung ampuh karena menyasar sel-sel kanker.

"Namun kemoterapi juga membunuh sel-sel normal. Padahal, sel-sel kanker pertumbuhannya jauh lebih cepat daripada sel normal. Maka itu para dokter mencari cara terapi yang lebih baik," kata Dr. Weng ketika ditemui di Hong Kong Cafe, Jakarta, Rabu (24/1/2018).

Baru-baru ini saja, terdapat penelitian pengobatan kanker yang menemukan inovasi pengobatan kanker. Di antaranya ada Immunotherapy dan Targeted Therapy.

Immunotherapy sendiri, kata dia, adalah pengobatan yang dapat menemukan sel kanker yang terselubung di antara sel normal. "Ibarat serigala berbulu domba, pengobatan ini bisa membidik sel kanker yang seringkali bersembunyi di balik sel normal," jelas dia.

Sejumlah penelitian, ungkap dia, menunjukkan bahwa inovasi pengobatan ini dapat mengurangi risiko kematian pada penderita kanker sebesar 50 persen.

"Ini kemajuan dibanding kemoterapi yang memiliki efek samping seperti kerontokan rambut, menurunnya sel darah putih, atau dalam beberapa kasus langka, cardiotoxicity," kata dia. Cardiotoxicity ialah kerusakan pada otot jantung.

Pengobatan terapi baru ini juga disebut-sebut memiliki efek samping lebih rendah dibandingkan kemoterapi. Meski demikian, Immunotherapy tetap memiliki efek samping seperti ruam pada kulit. Sementara Targeted Therapy merupakan jenis pengobatan khusus untuk mengenali dan menghancurkan sel kanker dari jenis kanker yang spesifik.

"Jika kemoterapi menghancurkan sel kanker dan sel normal, Targeted Therapy hanya mematikan sel yang telah teridentifikasi memiliki potensi kanker," kata dia.

Namun, ia menegaskan, kedua inovasi pemgobatan kanker tersebut hanya bisa diterapkan pada kanker stadium lanjut. Sebab, ungkapnya lagi, pengobatan tersebut memang bertujuan menekan risiko kematian pada penderita kanker. Di Singapura, inovasi pemgobatan ini dibanderol cukup tinggi, yakni USD10.000 per bulan atau sekira Rp133,1 juta.


Editor : Nanang Wijayanto