Mengenal Pagophagia, Kebiasaan Mengunyah Es Batu Tanda Kekurangan Zat Besi
JAKARTA, iNews.id - Kebiasaan mengunyah es batu secara berulang atau pagophagia bisa menjadi salah satu tanda tubuh mengalami kekurangan zat besi. Kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat berkaitan dengan anemia, meski tidak semua orang yang suka mengunyah es batu mengalami penyakit tersebut.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap kebiasaan ini sebagai hal sepele. Selain berpotensi mengindikasikan masalah kesehatan, mengunyah es batu yang keras secara terus-menerus juga dapat menyebabkan gigi retak atau rusak.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Budi menjelaskan *pagophagia* merupakan bentuk khusus dari *pica*, yakni kondisi ketika seseorang memiliki dorongan untuk mengonsumsi benda nonmakanan atau sesuatu yang tidak lazim dikonsumsi.
Kebiasaan ini perlu mendapat perhatian apabila muncul berulang kali dan sulit dihentikan. Salah satu kondisi yang diketahui berkaitan dengan *pagophagia* adalah anemia defisiensi besi atau anemia akibat kekurangan zat besi.
Mengapa Pagophagia Berkaitan dengan Anemia?
Zat besi berperan penting dalam pembentukan hemoglobin, protein di dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh. Ketika tubuh kekurangan zat besi, produksi hemoglobin dapat terganggu sehingga pasokan oksigen ke jaringan tubuh tidak optimal.