Mirip dengan Korona, Kenali Gejala Pneumonia yang Wajib Anda Tahu
JAKARTA, iNews.id – Virus korona baru (Covid-19) sudah menyebar luas ke banyak negara, termasuk Indonesia. Hari ini, Rabu (18/3/2020), jumlah pasien yang terinfeksi di Indonesia mencapai 227 orang.
Ternyata, gejala yang ditunjukkan oleh penderita korona virus mirip dengan gejala pneumonia. Menurut dr. Rizky Andriani, SpP, FAPSR dari Rumah Sakit Awal Bros, Bekasi Timur, pneumonia adalah peradangan pada jaringan paru-paru yang diakibatkan oleh berbagai agen infeksi seperti bakteri, virus, jamur, bahkan parasit.
Dia juga menjelaskan jenis-jenis bakteri dan virus yang bisa menyebabkan pneumonia. Untuk bakteri, ada Acinetobacter Baumanii, Klebsiella Pneunomiae, dan Staphylococcus Aureus. Sedangkan virus, terdapat Influenza Type A, Influenza Type B, RSV (Respiratory Syncytial Virus), Adeno Virus, dan Corona Virus.
Dia juga menjelaskan cara penularan dari pneumonia ini.
“Penularannya dapat melalui dua kontak, yaitu dari hewan ke manusia dan dari manusia ke manusia. Virus ini dapat menular dari orang yang terjangkit kepada orang lain melalui percikan saluran pernapasan atau saat batuk. Apabila doplet terhirup oleh orang lain, maka di kemudian hari akan berkembang sebagai infeksi virus,” katanya di Ala Dokter RCTI+, dikutip iNews.id pada Rabu (18/3/2020).
Adapun gejala yang ditimbulkan dari pneumonia adalah badan terasa meriang, suara serak, nyeri tenggorokan, batuk-batuk (berdahak ataupun kering), dan pilek. Apabila sudah menyerang jaringan paru, pasien penderita pneumonia akan mengalami sulit bernafas dan sesak nafas.
Sebenarnya, penderita pneumonia tidak perlu cemas berlebihan jika terpapar pneumonia. Sebab, pneumonia bersifat self limiting disease atau bisa sembuh dengan sendirinya. Pneunomia bisa sembuh dengan sendirinya jika daya tahan tubuh si penderita terjaga dengan baik.
“Secara alamiah, sistem imun tugasnya melawan patogen yang berasal dari luar tubuh. Mereka akan melawan virus dan menjaga agar tubuh tetap berfungsi seperti normal,” kata dr. Rizky.
Editor: Tuty Ocktaviany