Mitos Jamur Kancing Picu Asam Urat, Guru Besar UI Ungkap Fakta Ini
Selain meluruskan mitos seputar asam urat, Prof. Zulys menjelaskan jamur kancing merupakan bahan pangan yang kaya nutrisi. Meski sekitar 90 persen kandungannya berupa air, sisa 10 persen terdiri atas berbagai zat gizi penting, seperti protein nabati, serat pangan, vitamin B kompleks, serta ergothioneine yang dikenal sebagai antioksidan alami.
“Benar bahwa kandungannya sekitar 90 persen jamur kancing adalah air, tapi justru 10 persen sisanya sangat padat nutrisi. Jamur kancing mengandung protein nabati, serat pangan, vitamin B kompleks, dan ergothioneine, salah satu antioksidan alami paling kuat yang dikenal saat ini,” ujarnya.
Dia menjelaskan, kemampuan jamur bertahan hidup di alam membuatnya menghasilkan berbagai senyawa pelindung yang juga bermanfaat bagi kesehatan manusia. Salah satunya adalah ergothioneine yang berperan melindungi sel dari kerusakan akibat stres oksidatif.
“Kenapa jamur bisa sehebat itu? Karena jamur menghasilkan berbagai senyawa pelindung untuk bertahan hidup di alam, salah satunya ergothioneine yang mampu membantu melindungi sel dari kerusakan oksidatif dan menguatkan imunitas tubuh,” katanya.
Prof. Zulys juga mengungkapkan sejumlah penelitian menunjukkan jamur kancing memiliki senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan efek antioksidan dan antiinflamasi. Bahkan, riset yang dipublikasikan pada 2025 di Molecular Nutrition & Food Research melaporkan konsumsi jamur kancing mampu membantu menjaga integritas dinding usus, menurunkan stres oksidatif, mengurangi peradangan, serta memperbaiki komposisi mikrobiota usus.