Mitos Jamur Kancing Picu Asam Urat, Guru Besar UI Ungkap Fakta Ini
“Penelitian menunjukkan jamur kancing mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Penelitian terbaru tahun 2025 dari Molecular Nutrition & Food Research menemukan bahwa konsumsi jamur kancing mampu menjaga integritas dinding usus, menurunkan stres oksidatif, menekan peradangan, dan memperbaiki komposisi mikrobiota usus,” ujarnya.
Meski hasil penelitian tersebut menjanjikan, dia mengingatkan bahwa sebagian temuan masih berasal dari penelitian laboratorium sehingga belum dapat langsung diterapkan pada manusia.
“Pada uji in vitro terhadap tikus, jamur kancing membantu mempercepat pemulihan. Namun, belum dapat langsung disimpulkan memberikan efek klinis yang sama pada manusia,” katanya.
Prof. Zulys pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada mitos maupun menganggap jamur kancing sebagai makanan ajaib. Menurutnya, jamur kancing tetap menjadi pilihan pangan rendah kalori yang kaya nutrisi untuk mendukung pola makan sehat.
“Jamur kancing bukan makanan ajaib, juga bukan obat. Suplemen sumber nutrisi yang baik, rendah kalori, kaya antioksidan, dan mengandung berbagai senyawa bioaktif yang menjadikannya salah satu pangan fungsional yang menarik untuk kesehatan. Jangan nilai makanan dari bentuknya. Jamur memang tidak punya otot, tetapi kandungan gizinya bisa membantu menjaga tubuh tetap kuat,” katanya.
Editor: Dani M Dahwilani