Moms, Ini Pentingnya Pantau Tumbuh Kembang Buah Hati

Siska Permata Sari · Rabu, 15 Agustus 2018 - 16:14:00 WIB
Moms, Ini Pentingnya Pantau Tumbuh Kembang Buah Hati
Selain kesehatan, hal yang harus diperhatikan dari buah hati kita adalah tumbuh kembangnya. (Foto: Today's Parent)

JAKARTA, iNews.id - Bagi orangtua, anak adalah harta yang paling berharga. Selain kesehatan, hal yang harus diperhatikan dari buah hati adalah tumbuh kembangnya. Sebab, tumbuh kembang itu pula yang memengaruhi kesehatan si kecil.

Apalagi di masa-masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) atau usia buah hati ketika masih dalam kandungan hingga berusia dua tahun. Menurut dokter anak berbasis di Jakarta, dr. Margaretha Komalasari, usia anak dari 0 hingga dua tahun adalah masa-masa keemasan atau golden age.

Di sinilah pemenuhan nutrisi dan gizi anak harus dipenuhi dan tak bisa diinterupsi karena menyangkut tumbuh kembang si kecil. Termasuk fisik dan kecerdasan buah hati.

"Dua tahun pertama kehidupan adalah masa yang sangat penting. Kalau terlewat, akibatnya bisa stunting, tidak tumbuh optimal, IQ-nya enggak cerdas atau rendah, dan jaringan pada otak tidak padat (yang memengaruhi kecerdasan)," tutur dr. Margaretha di Talk Show Teman Bumil, bilangan Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (15/8/2018).

Agar tumbuh kembang anak optimal, lanjut dia, diperlukan pemantauan tumbuh kembang anak supaya bisa mengetahui apakah si kecil kebutuhannya terpenuhi atau tidak.

"Tujuan pemantauan tumbuh kembang anak itu juga untuk mendeteksi dini penyimpangan pertumbuhan anak, penyimpangan perkembangan anak, dan penyimpangan mental emosional anak. Sebab, kalau bisa dideteksi dari awal, orangtua dan dokter bisa mengecek dari awal, sehingga pertumbuhan anak tetap optimal," katanya.

Meskipun penting, ternyata menurut survei yang dilakukan aplikasi kesehatan ibu dan anak 'Teman Bumil', hanya 37 persen dari 1.200 orangtua di Indonesia yang rutin melakukan pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin, yakni satu bulan sekali. Sedangkan 42 persen hanya melakukan pemantauan saat kunjungan ke dokter.

Berdasarkan survei itu, ada juga yang tidak pernah melakukan pemantauan tumbuh kembang anak sebanyak 3,7 persen. Sementara itu, sisanya melakukan pemantauan setiap seminggu sekali.

Namun menurut dr. Margaretha, pemantauan tumbuh kembang anak yang baik adalah dilakukan setiap satu bulan sekali.

"Kalau kita memang tahun pertama pemantauan dilakukan satu bulan sekali, itu idealnya. Nah, yang dipantau ini adalah tumbuh kembang, enggak cuma pertumbuhan fisik, seperti berat badan, lingkar kepala, tinggi dan badan, tetapi juga perkembangannya apakah sudah bisa tengkurap, merangkak, merayap, berjalan, dan sebagainya," kata dia.

Editor : Tuty Ocktaviany