Musim Hujan Datang, Waspada Risiko DBD dan Tifoid pada Keluarga
Untuk membantu mengenali perbedaannya, berikut beberapa gejala DBD dan tifoid yang perlu diperhatikan. Namun, pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk memastikan diagnosis dan menentukan penanganan yang tepat.
1. Demam
Pada penderita DBD, demam yang muncul langsung berkisar antara suhu 39-40 derajat Celcius dan sering muncul secara mendadak tanpa proses apapun. Demam akibat DBD biasanya akan berlangsung sepanjang hari dan diikuti dengan gejala sakit kepala, nyeri mata, mual, atau muntah. Biasanya, penderita DBD akan mengalami demam berkisar antara 2-7 hari.
Sedangkan, demam pada penyakit tifoid akan muncul perlahan, umumnya 5–10 hari sejak terjangkit bakteri. Kenaikan suhu tubuh penderita akan dimulai dari rendah dan menjadi semakin tinggi yang kemudian bertahan di suhu 40 derajat celcius. Kenaikan suhu akan berlangsung selama beberapa hari dan setiap harinya ada kenaikan.
2. Bintik atau Ruam Merah
Gejala DBD biasanya ditandai dengan munculnya ruam atau bintik merah berukuran kecil yang disebabkan perdarahan di bawah kulit. Apabila ditekan, bintik merah tersebut tidak hilang atau pudar. Beberapa penderita DBD juga sering mengalami perdarahan ringan pada gusi atau mimisan.
Sedangkan, penderita tifoid juga sering mengalami ruam atau bintik merah yang dipicu oleh bakteri Rickettsia dan Orientia. Bintik merah pada tipes biasanya baru muncul pada hari ke 5 setelah terinfeksi, atau bahkan tidak muncul sama sekali.