Musim Hujan Datang, Waspada Risiko DBD dan Tifoid pada Keluarga
Kedua penyakit ini, baik DBD maupun tifoid sama-sama dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan membutuhkan perawatan. Namun, tidak semua kasus DBD butuh perawatan di rumah sakit.
Ada beberapa tanda yang mengharuskan orang yang terinfeksi DBD mendapatkan perawatan di rumah sakit, misalnya ketika pasien tidak bisa makan dan minum karena bergejala mual dan muntah hebat. Selain itu, jika sudah ada tanda-tanda pendarahan, terlalu terlihat lemas, nyeri perut hebat, saluran cerna terganggu, maka pasien wajib untuk segera dirawat di rumah sakit.
Pasien dengan penurunan trombosit darah kurang dari 100.000 juga perlu mendapatkan perawatan intensif. Belum lagi jika ada tanda demam yang tidak jelas selama 3 hari dan tidak kunjung turun, maka pasien perlu segera dibawa ke rumah sakit sebelum terjadinya syok dan dapat mengancam nyawa penderita.
Sama halnya dengan DBD, tifoid juga perlu perawatan di rumah sakit terutama jika pasien sudah menunjukkan gejala yang parah seperti muntah terus-menerus dan diare parah. Perawatan tifoid di rumah sakit perlu dilakukan jika terjadi komplikasi, seperti sepsis atau kebocoran usus. Pada kondisi yang berat, pasien akan mendapatkan perawatan yang intensif, termasuk operasi apabila perlu.
Ketika dokter menyarankan untuk dilakukan rawat inap karena kondisi yang tidak memungkinkan, tentu pasien perlu mempersiapkan banyak hal untuk itu, salah satunya biaya pengobatan. Biaya pengobatan untuk penyakit demam berdarah pun sangat beragam tergantung berapa lama pasien harus menginap di rumah sakit dan rate atau harga perawatan di rumah sakit tersebut serta faktor-faktor lainnya.