Optimalkan Potensi Anak, Ini 3 Gaya Belajar Perlu Dipahami Orang Tua
JAKARTA, iNews.id - Setiap anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap hal-hal baru. Namun, penting untuk diingat, kecerdasan dan daya pikir setiap anak bisa berbeda.
Sebagai orang tua, penting untuk benar-benar mengenali keunggulan yang dimiliki anak. Dengan begitu, orang tua dapat lebih terarah dalam mendukung perkembangan kecerdasan si kecil.
Terdapat banyak faktor yang dapat mendukung kecerdasan anak, salah satunya adalah gaya belajar. Saat anak belajar dengan gaya yang sesuai, mereka akan lebih cepat memahami cara menyelesaikan masalah.
Oleh karena itu, sebagai orang tua, penting untuk mengetahui cara menentukan gaya belajar yang tepat untuk diterapkan pada anak. Mengenali gaya belajar anak sejak dini sangat penting untuk memaksimalkan potensi mereka. Berikut ulasannya dirangkum pada Rabu (26/7/2023).
Tiga Gaya Belajar Anak
Psikolog Irma Gustiana menjelaskan, ada tiga jenis gaya belajar anak yang perlu diperhatikan oleh orang tua agar tidak salah mengartikan perilaku dan menganggap mereka sulit diatur. Pertama adalah gaya belajar visual, di mana anak cenderung lebih suka belajar dengan bantuan penglihatan untuk mengingat pesan atau informasi.
Anak-anak dengan gaya belajar ini biasanya menyukai hal-hal yang berwarna-warni, menyukai ilustrasi gambar dan infografis, sehingga mereka menikmati proses belajar.
“Mereka biasanya senang segala sesuatu yang colorful, ada ilustrasi gambar, infografis, dan itu membuat mereka menikmati belajarnya,” kata Irma, pada cara puncak 'Dunia si Kecil' yang diadakan acara Lotte Choco Pie mengadakan, bertepatan dengan perayaan Hari Anak Nasional di Jakarta, belum lama ini.
Kemudian, lanjut Irma, ada cara belajar auditori, yang terkait dengan pendengaran. Anak-anak dengan gaya belajar ini lebih dominan dalam mendengarkan orang lain atau hal-hal tertentu sebagai bagian dari proses belajar. Meskipun terlihat seolah-olah mereka tidak memerhatikan guru saat di kelas, sebenarnya mereka sedang mendengarkan dengan baik apa yang diajarkan oleh guru.
“Nah, biasanya kalau untuk anak-anak auditori ini, kita menganjurkan orang tua mengajak mereka belajarnya itu read aloud (membaca dengan lantang). Kalau anak visual, kan, sambil silent aja dia bisa belajar, sambil dia coret, sambil dia lihat yang lain. Tapi kalau anak auditori, dia baca tapi dia bersuara sehingga suaranya tadi dia dengar,” katanya.
Cara belajar yang ketiga adalah kinestetis. Anak-anak dengan gaya belajar kinestetis belajar sambil banyak bergerak atau berpindah-pindah posisi. Meskipun tampak gelisah, sebenarnya mereka sedang dalam proses belajar. Mereka mungkin akan berbaring selama beberapa menit, kemudian berpindah posisi, tetapi tetap membawa buku atau mendengarkan sesuatu sambil bergerak.
“Mungkin 5 menit dia tengkurap, habis itu nanti dia sambil selonjoran, terus pindah posisi yang lain tapi sambil bawa buku. Atau sambil mendengarkan sesuatu tapi dia bergerak. Nah, itu adalah kinestetis,” ujar dia.
Dengan memahami gaya belajar anak-anak ini, orang tua dapat membantu mereka belajar dengan lebih efektif dan sesuai dengan kecenderungan alami mereka. Setiap orang, termasuk orang dewasa, memiliki tiga cara gaya belajar yang berbeda, dan tidak ada yang salah dengan itu. Beberapa orang juga bisa memiliki kombinasi dua cara belajar, namun biasanya ada satu yang dominan.
“Tidak ada yang pasti 100 persen visual atau tidak. Seperti contohnya saya, saya memiliki gaya belajar visual-kinestetis,” tuturnya.
Dunia si Kecil
Ingen Ate Malem Meliala, selaku Marketing Manager PT Lotte Indonesia mengatakan, pada momen Hari Anak Nasional, Lotte Choco Pie ingin memberikan tempat bagi anak-anak mengekspresikan diri dan mendukung dalam menyambut masa depan yang cerah. "Kami sangat senang bisa melihat beragam minat dan bakat dari anak-anak di seluruh Indonesia, mulai dari seni, olahraga, kesehatan, hingga sains dan teknologi melalui kegiatan ini," ujarnya.
Serangkaian kegiatan "Dunia Si Kecil" telah dimulai sejak 19 Juni dengan Video Challenge untuk menampilkan berbagai minat, hobi, dan cita-cita anak-anak. Terlihat antusiasme yang besar dalam kegiatan ini dengan lebih dari 350 video yang terkumpul dengan hashtag #DuniaSiKecilLCP di Instagram Reels dan TikTok.
Selain itu, acara ini juga menyertakan segmen Dancing Together sebagai bentuk kebersamaan antara ibu dan anak. Untuk menambah semarak perayaan Hari Anak Nasional, diadakan juga permainan berburu harta karun di area kolam bola dengan hadiah-hadiah spesial.
Setelah rangkaian acara, anak-anak diberi kebebasan untuk mengeksplorasi berbagai permainan yang tersedia di tempat bermain yang didesain dengan konsep STEAM (Sains, Teknologi, Teknik, Seni, dan Matematika).
"Melihat keunikan yang dimiliki oleh setiap anak, Lotte Choco Pie juga menyadari pentingnya peran ibu dalam mendukung perkembangan anak sesuai dengan karakteristik mereka yang berbeda-beda. Oleh karena itu, kami mengadakan Moms Chit-Chat dengan topik 'Temukan Gaya Belajar Seru untuk si Kecil' bersama psikolog agar ibu dapat membimbing anak dengan gaya belajar yang sesuai dengan potensi mereka masing-masing," tutur Ingen.
Editor: Vien Dimyati