Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pemerintah Sediakan Chatbot WhatsApp untuk Registrasi Vaksin Covid-19, Ini Nomornya
Advertisement . Scroll to see content

Pemerintah Jamin Ketersediaan Vaksin Difteri

Minggu, 14 Januari 2018 - 11:46:00 WIB
Pemerintah Jamin Ketersediaan Vaksin Difteri
Menteri Kesehatan Nila Moeloek menjamin ketersediaan dan keamanan vaksin difteri. (Foto: Okezone)
Advertisement . Scroll to see content

"Sedangkan untuk vaksin lain seperti campak, polio, dan sebagainya masih tetap dapat kami penuhi untuk kebutuhan ekspor," imbuhnya.

Sementara, Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf mengatakan, stok vaksin harus dijaga agar terpenuhi kebutuhan dan mencegah jangan sampai terjadi kelangkaan.

"Kita melihat dari sisi fasilitas dan sebagainya, kesanggupan dari Biofarma sebagian untuk kebutuhan dalam negeri sebagian lagi untuk ekspor. Nah, khusus untuk ORI ini maka yang diekspor ditahan dulu untuk kebutuhan nasional. Artinya ada jaminan dari BUMN dalam konteks ini Biofarma untuk menjaga stok vaksin," kata dia.

Terkait keamanan vaksin, Dede Yusuf menegaskan bahwa masyarakat perlu mengatahui jika selama ini Biofarma sudah dijadikan center of excelent untuk mensuplai negara-negara Islam yang tergabung di dalam Organisasi Kesehatan Islam (OKI).

"Bahkan Arab Saudi mengambil dari Biofarma. Dari 57 negara OKI ada 7 yang memproduksi vaksin, tapi yang diakui WHO itu Biofarma. Dari situ saja kita sudah bisa melihat, vaksin ini aman bagi umat muslim," ujar dia.

Seperti diketahui, pelaksanaan ORI membawa konsekuensi terhadap melonjaknya kebutuhan akan tiga jenis vaksin yang mengandung Difteri (DPT-HB-Hib, DT dan Td) yang digunakan untuk kegiatan ORI dan kegiatan imunisasi rutin.

KLB difteri adalah ORI di daerah yang ditemukan kasus, dengan tujuan untuk meningkatkan kekebalan masyarakat dengan menutup immunity gap sehingga diharapkan dapat memutus mata rantai penularan. Sebab itu, ORI difteri sebanyak tiga putaran perlu dilakukan untuk membentuk kekebalan tubuh dari bakteri penyebab difteri.

Editor: Nanang Wijayanto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut