Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kasus TBC di Indonesia Turun dalam 2 Tahun Terakhir, Menkes Tetap Ingatkan Bahaya Penularan
Advertisement . Scroll to see content

Pengobatan TBC Harus Tuntas, Ini Risikonya jika Pasien Berhenti Minum Obat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:06:00 WIB
Pengobatan TBC Harus Tuntas, Ini Risikonya jika Pasien Berhenti Minum Obat
Menghentikan konsumsi obat TBC sebelum waktunya, dapat meningkatkan risiko kekambuhan hingga resistansi obat yang membuat penanganan penyakit semakin sulit. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pasien tuberkulosis (TBC) harus menjalani pengobatan hingga tuntas sesuai anjuran tenaga medis. Menghentikan konsumsi obat sebelum waktunya, meski gejala mulai membaik, dapat meningkatkan risiko kekambuhan hingga resistansi obat yang membuat penanganan penyakit semakin sulit.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan pentingnya kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan TBC. Menurut dia, keberhasilan terapi tidak hanya ditentukan oleh diagnosis dan pemberian obat, tetapi juga kesediaan pasien menyelesaikan seluruh rangkaian pengobatan.

Hal itu disampaikan Budi dalam konferensi pers dua tahun pemerintahan di bidang kesehatan di Auditorium Leimena, Gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026).

Budi menjelaskan, pengobatan TBC membutuhkan kedisiplinan karena pasien harus mengonsumsi obat secara rutin sesuai jadwal yang ditetapkan tenaga medis.

“Karena pengobatan tuh sukses apa enggaknya tergantung dia nyelesaiin enggak, karena TB tuh lama minum obatnya tuh empat bulan. Setiap hari mesti minum obat,” ujar Budi.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut