Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kasus TBC di Indonesia Turun dalam 2 Tahun Terakhir, Menkes Tetap Ingatkan Bahaya Penularan
Advertisement . Scroll to see content

Pengobatan TBC Harus Tuntas, Ini Risikonya jika Pasien Berhenti Minum Obat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:06:00 WIB
Pengobatan TBC Harus Tuntas, Ini Risikonya jika Pasien Berhenti Minum Obat
Menghentikan konsumsi obat TBC sebelum waktunya, dapat meningkatkan risiko kekambuhan hingga resistansi obat yang membuat penanganan penyakit semakin sulit. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

Dia mengingatkan, pasien tidak boleh menghentikan pengobatan hanya karena merasa kondisi tubuhnya sudah membaik. Gejala yang mereda tidak selalu berarti bakteri penyebab TBC telah teratasi sepenuhnya.

Pengobatan yang tidak tuntas juga dapat meningkatkan risiko bakteri menjadi kebal terhadap obat tertentu. Kondisi yang disebut resistansi obat ini dapat membuat pengobatan lebih rumit dan membutuhkan penanganan khusus.

Selain berdampak pada kondisi pasien, TBC yang belum ditangani secara efektif juga berpotensi terus menular, terutama jika penderita masih mengalami TBC aktif yang menular melalui udara.

Pentingnya Menuntaskan Pengobatan TBC

Pemerintah terus berupaya meningkatkan penemuan kasus TBC agar pasien dapat segera memperoleh diagnosis dan pengobatan yang tepat. Langkah ini menjadi bagian penting untuk mengendalikan penularan penyakit di masyarakat.

Budi mengungkapkan, estimasi insiden TBC di Indonesia mulai menunjukkan tren penurunan dalam dua tahun terakhir. Meski demikian, upaya pengendalian masih menghadapi tantangan karena sebagian kasus belum terdeteksi.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut