Penyebab Sumenep KLB Campak dengan 2.035 Kasus, Kemenkes Buka Suara!
Tercatat ada 17 kasus meninggal dunia akibat campak di Sumenep. Mayoritas adalah anak yang tidak pernah diimunisasi.
Rendahnya cakupan imunisasi, kata Aji, adalah karena orang tua ragu memberikan vaksin ke tubuh anak.
Lebih lanjut, faktor lain tingginya angka kasus adalah daya tular virus campak yang sangat cepat. Sebagai catatan, satu pasien campak bisa menularkan virus ke 17-18 orang di sekitarnya.
Virus campak pun mudah menular lewat udara, ketika pasien batuk atau bersin. Itu kenapa, penting untuk pasien menggunakan masker atau orang tua anak menggunakan masker.
Aji melanjutkan, faktor lain yang membuat kasus campak sangat tinggi di Sumenep adalah keterlambatan deteksi.