Perubahan Gaya Hidup Usai Pandemi, Investasi Kesehatan Jadi Prioritas!
Jenis pekerjaan dan pendapatan
Faktor berikutnya adalah jenis pekerjaan atau profesi Nasabah. Semakin rumit dan berisiko profesinya, maka semakin tinggi harga premi yang dibayarkan nasabah. Mereka yang bekerja di pertambangan dan penerbangan, contohnya, akan membayarkan premi yang lebih mahal karena memiliki risiko kecelakaan dan kematian yang tinggi. Di samping jenis pekerjaan, besarnya pendapatan nasabah menjadi faktor penentu besaran premi. Nasabah disarankan untuk memilih produk asuransi dengan harga premi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.
Jumlah uang pertanggungan dan masa kontrak polis
Semakin besar uang pertanggungan dari asuransi jiwa, maka akan semakin mahal pula premi yang harus dibayar. Hal ini juga berlaku bagi nasabah yang membeli asuransi tambahan atau rider asuransi. Semakin banyak asuransi yang ditambahkan pada polis dasar, maka akan semakin besar premi asuransi yang dibayar. Selain itu, masa kontrak polis pun memengaruhi besaran premi yang ditetapkan. Masa kontrak polis merujuk pada periode proteksi jiwa yang disepakati antara perusahaan asuransi dan nasabah. Kontrak polis asuransi biasanya tersedia mulai dari jangka pendek seperti 5, 10, 15 tahun, atau bahkan tidak terbatas sepanjang nasabah belum menutup polis yang dipunya. Nasabah yang memilih masa kontrak yang lebih pendek kemungkinan besar akan membayarkan premi yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang memilih periode kontrak lebih panjang.
Oleh sebab itu, nasabah perlu memperhitungkan jumlah uang pertanggungan yang dibutuhkan dan masa kontrak polis dengan baik agar premi asuransi tidak terlalu membebankan dan mendapatkan manfaat perlindungan (proteksi) yang optimal.
Editor: Vien Dimyati