Reza Arap Didiagnosis Major Depressive Disorder, Penyakit Apa Itu?
Seseorang bisa didiagnosis mengalami MDD jika mengalami beberapa gejala berikut secara terus-menerus:
- Perasaan sedih, kosong, atau putus asa hampir setiap hari
- Kehilangan minat atau kesenangan pada aktivitas yang sebelumnya disukai
- Perubahan nafsu makan (bisa meningkat atau menurun drastis)
- Gangguan tidur (insomnia atau tidur berlebihan)
- Kelelahan atau kehilangan energi hampir setiap hari
- Sulit berkonsentrasi atau mengambil keputusan
- Merasa tidak berharga atau rasa bersalah berlebihan
- Perubahan gerakan tubuh (lebih lambat atau gelisah)
- Muncul pikiran tentang kematian atau bunuh diri
Diagnosis biasanya ditegakkan oleh psikiater atau psikolog klinis melalui wawancara dan evaluasi psikologis. Jadi, tidak boleh mendiagnosis diri sendiri hanya berdasarkan membaca gejala-gejala di atas.
Tidak ada satu penyebab tunggal. MDD biasanya dipengaruhi kombinasi beberapa faktor:
Biologis: ketidakseimbangan zat kimia otak (neurotransmitter)
Genetik: riwayat depresi dalam keluarga
Psikologis: trauma, stres berat, kehilangan orang terdekat
Lingkungan: tekanan hidup, masalah pekerjaan, konflik sosial
MDD bisa diobati dan dikelola dengan beberapa metode, antara lain:
- Psikoterapi (misalnya terapi kognitif perilaku/CBT)
- Obat antidepresan dari psikiater
- Perubahan gaya hidup (tidur cukup, olahraga, dukungan sosial)
- Terapi tambahan seperti mindfulness atau terapi kelompok
Dalam kasus berat, dokter juga bisa mempertimbangkan terapi stimulasi otak.
Jika Anda atau teman Anda mengalami gejala-gejala tersebut, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Mengobati diri sendiri tanpa tahu diagnosis yang tepat tidak akan menyelesaikan masalah utamanya.
Editor: Muhammad Sukardi