Saraf Terjepit, Begini Cara Tidur yang Benar
JAKARTA, iNews.id - Saraf terjepit atau HNP menjadi salah satu kondisi yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk saat tidur. Posisi tubuh yang kurang tepat ketika beristirahat dapat membuat tekanan pada area tulang belakang terasa semakin mengganggu.
Dokter sekaligus influencer kesehatan dr Tirta Mandira Hudhi mengingatkan penderita saraf terjepit untuk memperhatikan tempat tidur dan posisi tubuh saat beristirahat. Menurut dia, kebutuhan alas tidur setiap orang dapat berbeda karena kondisi anatomi tubuh tidak sama.
“Yang kedua, bagi orang yang memiliki riwayat penyakit skoliosis, itu juga tidurnya harus khusus. Bagi orang yang memiliki HNP atau saraf terjepit di bagian lumbal 4 atau 5, dia harus memiliki tempat tidur yang ada lumbar support-nya,” ujar dr Tirta dalam unggahan video di akun Instagramnya, dikutip Kamis (13/8/2026).
Pernyataan tersebut menyoroti pentingnya dukungan pada bagian pinggang bagi penderita HNP, terutama ketika gangguan terjadi di area lumbar 4 atau 5. Alas tidur yang memberikan dukungan memadai dapat membantu menjaga posisi tubuh selama beristirahat.
Selain kasur, posisi tidur juga perlu diperhatikan. Tujuannya agar tulang belakang tetap berada dalam posisi yang nyaman dan tidak memberikan tekanan berlebihan pada bagian tubuh yang sedang bermasalah.
dr Tirta sebelumnya menjelaskan posisi tidur yang dilakukan selama bertahun-tahun dapat memengaruhi postur tubuh. Kebiasaan yang keliru tidak selalu menimbulkan dampak secara langsung, tetapi efeknya dapat terakumulasi dalam jangka panjang.
“Sebenarnya ini yang menjawab harusnya dokter spesialis ortopedi sub-spine. Tapi jawabannya itu adalah fakta. Jadi jawabannya adalah memang betul, posisi tidur selama bertahun-tahun itu akan mempengaruhi postur,” katanya.
Dia juga menyoroti penggunaan bantal yang terlalu tinggi dan keras. Kebiasaan tersebut dapat membuat posisi leher tidak ideal selama tidur dan dalam jangka panjang berpotensi memengaruhi postur.
“Contoh orang yang biasanya tidurnya pakai bantal keras tinggi, jadi dia nanti kalau jalan gini nih (bungkuk). Paling nanti usia 40 nyeri servikal, 57, matinya ya paling lumpuh, stroke, jepit,” ucap dia.
Sebab itu, penderita saraf terjepit sebaiknya tidak hanya berfokus pada posisi tidur, tetapi juga memastikan kasur dan bantal memberikan dukungan yang sesuai. Setiap orang dapat membutuhkan pengaturan berbeda berdasarkan lokasi gangguan, bentuk tubuh, serta kenyamanan saat tidur.
Jika nyeri akibat saraf terjepit semakin berat, mengganggu tidur, atau disertai keluhan lain seperti kelemahan pada anggota tubuh, pemeriksaan medis diperlukan. Dokter dapat menentukan penanganan serta posisi istirahat yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
Editor: Dani M Dahwilani