Sebelum Kondisi Parah, Lakukan Langkah Awal Deteksi Dini Kanker Payudara Secara Mandiri

Rizqa Leony Putri ยท Senin, 31 Agustus 2020 - 18:42 WIB
Sebelum Kondisi Parah, Lakukan Langkah Awal Deteksi Dini Kanker Payudara Secara Mandiri

Konsultasi kesehatan dengan dokter. (Foto: Boldsky)

JAKARTA, iNews.id - Kanker payudara jangan dianggap sepele karena menjadi penyebab kematian tertinggi. Meski begitu, kanker ini masih berpeluang sembuh jika sudah dideteksi sejak dini.

Tak sulit mendeteksi kanker payudara secara mandiri melalui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Cara ini dapat dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya kelainan pada payudara.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Hematologi Onkologi Medik, dr. Ronald Alexander Hukom, SpPD, KHOM, MHSC, FINASIM menganjurkan, wanita yang sudah memiliki periode haid secara rutin sebaiknya melakukan pemeriksaan payudara sendiri. SADARI dapat dilakukan pada periode awal ketika wanita mengalami menstruasi.

"Ada program yang disebut dengan periksa payudara sendiri, yaitu SADARI. Sebenarnya kepada wanita yang sudah memiliki periode haid secara rutin itu dianjurkan untuk memeriksa payudara sendiri. Di awal haid, lakukanlah pemeriksaan apakah ada benjolan," kata dr. Ronald kepada iNews.id dalam momen webinar pada Senin (31/8/2020).

Adapun keadaan yang harus menjadi perhatian ketika melakukan SADARI, yaitu saat teraba benjolan pada area payudara, ketiak, atau sekitar leher, adanya penebalan kulit, serta perubahan ukuran dan bentuk payudara. Selain itu, juga pengerutan kulit payudara, keluarnya cairan dari puting payudara, nyeri, serta pembengkakan pada lengan atas.

Hal tersebut tak lain karena kanker payudara umumnya dimulai dengan adanya benjolan yang tumbuh di sekitar area payudara. Sayangnya, gejala tersebut kerap diabaikan karena tak menimbulkan rasa sakit.

"Biasanya dimulai dengan adanya benjolan. Seringkali benjolan ini diabaikan karena biasanya tidak menimbulkan rasa sakit sampai dia berukuran besar baru sakit atau menimbulkan luka. Biasanya yang begini sudah terkena pada stadium lebih lanjut," kata dr. Ronald.

Menurut dr. Ronald, akan lebih baik jika kanker dapat dideteksi pada stadium satu atau dua. Sebab, kanker yang terdeteksi setelah menyentuh stadium tiga ataupun empat cenderung memiliki harapan sembuh yang lebih kecil.

"Kita tahu semua jenis kanker kalau datangnya stadium satu atau dua, itu harapan sembuhnya tinggi. Tetapi kalau tumornya sudah besar atau sudah ada luka, itu biasanya sudah stadium tiga atau empat, maka pengobatan lebih sulit dan harapan sembuhnya lebih kecil," katanya.

Selain itu,bagi wanita yang telah memasuki kelompok usia di atas 40 tahun, dr Ronald menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan mamografi, yaitu pemeriksaan payudara manusia dengan menggunakan sinar-X dosis rendah. Saat ini, mamografi digunakan untuk melihat beberapa tipe tumor dan kista, yang telah terbukti dapat mengurangi mortalitas akibat kanker payudara.

Pada kelompok usia 40-45 tahun ke atas disarankan melakukan mammografi setidaknya satu tahun sekali. “Karena mungkin tumor yang masih kecil atau belum jelas jika diraba, dengan mamografi sudah terlihat jika ada benjolan di payudara yang mencurigakan," kata dr. Ronald.

Editor : Tuty Ocktaviany