Sering Ganti Ukuran Kacamata? Dokter Peringatkan Bisa Jadi Tanda Mata Bermasalah
Menurut dr. Sharita, kebiasaan sering mengucek mata serta adanya riwayat keratokonus dalam keluarga juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Orang dengan kondisi tersebut disarankan menjalani pemeriksaan mata secara menyeluruh agar penyebab gangguan penglihatan dapat diketahui sejak dini.
Dia menegaskan, setiap kondisi mata memiliki karakteristik yang berbeda sehingga penanganannya tidak bisa disamaratakan. Karena itu, pemeriksaan komprehensif menjadi langkah penting sebelum menentukan metode koreksi penglihatan yang paling sesuai.
Pemeriksaan tersebut meliputi pengukuran minus dan silinder, pemetaan bentuk serta ketebalan kornea, pemeriksaan lapisan air mata, tekanan bola mata, ukuran pupil, retina, hingga evaluasi kesehatan mata secara keseluruhan.
"Ketajaman penglihatan bukan hanya tentang terbebas dari kacamata, tetapi tentang mendapatkan kualitas penglihatan yang optimal melalui pilihan penanganan yang sesuai. Karena kondisi setiap mata berbeda, keputusan tindakan harus selalu diawali dengan pemeriksaan komprehensif dan diskusi bersama dokter spesialis mata," katanya.
Dokter mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengandalkan penggantian kacamata setiap kali ukuran minus berubah. Pemeriksaan mata secara menyeluruh dapat membantu mendeteksi penyebab gangguan penglihatan lebih awal sehingga penanganan yang diberikan menjadi lebih tepat dan efektif.