Sering Sakit Perut dan Asam Lambung Kambuh? Waspadai 4 Gangguan Pencernaan Ini
“Pada kanker rektum, kami berupaya mempertahankan fungsi organ bila kondisi memungkinkan. Namun, keamanan pasien dan pengangkatan kanker sesuai prinsip medis tetap menjadi prioritas,” ujar dr. Eko.
Tidak semua pasien memenuhi kriteria untuk menjalani prosedur tersebut. Karena itu, keputusan tindakan harus didasarkan pada evaluasi tim medis.
Pemeriksaan Penting untuk Menentukan Diagnosis
Untuk memastikan penyebab gangguan pencernaan, dokter dapat menyarankan pemeriksaan sesuai gejala dan dugaan penyakit. Pemeriksaan dapat meliputi endoskopi untuk mengevaluasi saluran pencernaan bagian atas, kolonoskopi untuk melihat usus besar dan rektum, serta pencitraan medis seperti CT scan atau MRI.
Nyeri perut yang terus berulang, asam lambung yang tidak membaik, atau perubahan pola BAB yang menetap sebaiknya tidak diabaikan. Segera cari pertolongan medis jika sakit perut terasa sangat hebat atau mendadak, disertai muntah darah, BAB berdarah atau hitam, maupun pingsan.
Meski tidak semua keluhan pencernaan menandakan penyakit serius, pemeriksaan dapat membantu menemukan penyebab dan menentukan penanganan yang tepat. Terapi bisa berupa perubahan gaya hidup, obat-obatan, pemeriksaan lanjutan, atau operasi jika diperlukan.
Editor: Dani M Dahwilani