Suhu Udara 39 Derajat Celsius, Ini yang Harus Anda Lakukan untuk Menjaga Kesehatan

Grace Caterina Karinda ยท Jumat, 25 Oktober 2019 - 16:01 WIB
Suhu Udara 39 Derajat Celsius, Ini yang Harus Anda Lakukan untuk Menjaga Kesehatan

Berdasarkan hasil penelitian BMKG, posisi suhu tertinggi pada 23 Oktober 2019 tercatat mencapai 39,6 derajat celcius di Ciputat. (Foto: iNews.id/Grace Caterina)

JAKARTA, iNews.id - Kemarau dan cuaca panas yang melanda wilayah Indonesia dikeluhkan sejumlah masyarakat. Suhu yang mencapai 39 derajat celsius membuat warga dituntut ekstra waspada guna menjaga daya tahan tubuh.

Mengonsumsi banyak air merupakan cara paling efektif yang bisa Anda lakukan. Dalam kondisi cuaca panas, sebaiknya Anda rajin minum air putih walau tidak dalam kondisi haus. Hindari minuman dengan kafein, alkohol, atau banyak gula.

Gunakan pakaian longgar, ringan, dan berwarna terang merupakan solusi efektif untuk mengatasi cuaca panas. Pertimbangkan untuk menggunakan pakaian berbahan dasar kapas, agar mampu menyerap kelembapan ekstra dan membantu tubuh menjadi dingin.

Kemudian, batasi aktivitas luar ruangan pada pagi dan sore hari ketika cuaca berangsur lebih dingin. Istirahatlah di tempat yang teduh dan sebisa mungkin jauhi kontak dengan matahari secara langsung. Jangan memaksakan diri, tubuh Anda memberi tahu kapan waktunya harus beristirahat.

Bagaimana dengan kondisi cuaca saat ini? "Intensitas hujan hingga akhir Oktober 2019 masih rendah. Kalau kita perhatikan potensi suhu panasnya masih tinggi, maka ini yang perlu diwaspadai paling tidak sampai akhir 30 Oktober atau akhir bulan," ujar Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Miming Saepudin di Gedung Kemenkes, Jakarta, Jumat (25/10/2019).

Miming memaparkan prediksi musim hujan bulanan akan dimulai pada November. Dia menjelaskan, hujan tahun ini akan mundur sekitar satu atau dua dasarian (satuan waktu meteorologi). "Awal musim hujan di wilayah Indonesia saat ini mundur. Dalam artian bahwa periode banyaknya hujan itu diprediksikan antara kisaran November dan Desember," katanya.

Dia memaparkan di tahun-tahun sebelumnya, musim hujan mulai datang sekitar Oktober. Namun, tahun ini akan berbeda karena adanya fenomena cuaca panas yang disebabkan pergerakan gerak semu matahari.

"Yang biasa bulan-bulan akhir Oktober sudah ada yang mulai banyak hujan, tapi sekarang masih sangat kurang. Dan, ini menunjukkan kondisi di bulan November. Bahwa di bulan November, kondisi hujan dengan kriteria menengah itu mulai terlihat di wilayah Jawa Barat," ujarnya.

Berdasarkan hasil penelitian BMKG, posisi suhu tertinggi pada 23 Oktober 2019 tercatat mencapai 39,6 derajat celcius di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Sementara untuk daerah Jatiwangi, Ahmad Yani (Semarang), dan Syamsudin Noor (Banjarmasin) masuk dalam kategori suhu tertinggi di angka 38 derajat celsius.

Miming mengatakan, beberapa wilayah Indonesia pada Oktober ini masih berada dalam cuaca panas. Pulau Jawa dan sebagian wilayah Sumatera masuk ke daerah dengan suhu tinggi sampai akhir bulan ini.

"Sampai periode akhir bulan ini, sampai 30 Oktober, diprediksikan untuk wilayah Jawa khususnya atau DKI Jakarta dan wilayah Sumatera bagian selatan itu umumnya kondisi cuaca cerah hingga berawan," katanya.

Namun, dia menyebutkan hujan tetap akan turun di beberapa titik dengan sifat hujan lokal. Tetapi intensitasnya tidak akan sebanyak awal November dan Desember. "Dalam artian pertumbuhan awan hujan masih cukup kecil. Kecuali di beberapa spot mungkin akan terjadi hujan dalam durasi yang sangat singkat, dan itu sifatnya lokal," ujar Miming.


Editor : Dani Dahwilani