Suka Air Hangat, Ini Batas Minuman Panas Boleh Dikonsumsi
JAKARTA, iNews.id - Suka minum air hangat, teh, atau kopi? Perhatikan suhunya sebelum dikonsumsi karena minuman yang terlalu panas dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kerongkongan.
Dokter sekaligus influencer kesehatan dr Adam Prabata mengingatkan masyarakat untuk tidak terburu-buru menyeruput minuman yang baru saja diseduh. Dia menyebut batas suhu yang perlu diperhatikan berdasarkan sebuah penelitian terbaru.
Riset berjudul Hot Drinks and Oesophageal Cancer: Prospective Analyses in Around 1 Million UK Adults melibatkan lebih dari 900.000 orang dewasa. Penelitian tersebut menganalisis kebiasaan konsumsi minuman panas, khususnya teh dan kopi, serta kaitannya dengan risiko kanker kerongkongan.
“Definisi minuman sangat panas pada penelitian ini adalah diminum saat suhu >65 C. Jenis minuman pada penelitian ini adalah teh dan kopi," tulis dr Adam dalam unggahannya, dikutip Sabtu (19/9/2026).
Dengan demikian, suhu di atas 65 derajat Celsius perlu diwaspadai. Masyarakat sebaiknya menunggu beberapa saat setelah minuman diseduh hingga suhunya turun dan terasa lebih hangat sebelum diminum.
Penelitian tersebut menemukan adanya hubungan antara kebiasaan mengonsumsi teh atau kopi dalam kondisi sangat panas dengan peningkatan risiko kanker kerongkongan, khususnya kanker sel skuamosa.
“Peningkatan risiko terkena kanker kerongkongan pada orang yang rutin minum teh atau kopi saat suhunya masih sangat panas (>65 C), dibandingkan dengan yang diminumnya saat suhu sudah hangat. Kanker kerongkongan pada kondisi ini yang meningkat adalah kanker sel skuamosa," katanya.
Selain suhu, frekuensi konsumsi juga menjadi perhatian. Berdasarkan penjelasan dr. Adam, minum lebih dari enam cangkir teh atau kopi per hari berkaitan dengan peningkatan risiko hingga 71 persen.
Sebab itu, kebiasaan minum air hangat maupun kopi dan teh sebaiknya tetap memperhatikan suhu. Minuman tidak perlu diminum ketika masih mengepul atau terasa sangat panas di mulut.
Menunggu minuman hingga suhunya lebih nyaman dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi paparan panas pada kerongkongan. Jadi, bagi pencinta minuman hangat, pastikan suhunya tidak lagi terlalu panas sebelum dikonsumsi.
Editor: Dani M Dahwilani