Sulit Dideteksi Dini, Kenali Gejala Kanker pada Anak
Leukimia
Dr Mururul mengungkapkan, leukimia atau kanker darah merupakan kanker yang paling banyak diderita oleh anak-anak di Indonesia, yakni sekitar 2,8 per 100.000 (SriKanDI). Secara fisik, kata dia, gejala mudah dikenali dengan 3 P (Pucat, Panas, dan Pendarahan).
Namun ada pula gejala lainnya jika sudah menyebar seperti pembesaran hati, limpa, kelenjar di leher, gusi, dan ke testis pada anak laki-laki. Jika kanker ini menyebar ke tulang, maka yang tampak adalah anak tak mau berdiri atau jalannya tampak pincang.
Retinoblastoma
Setelah leukemia, ada retinoblastoma atau tumor ganas pada mata yang sering dijumpai pada anak di bawah lima tahun. Kasus retinoblastoma sendiri mencapai 2,4 per 100.000 yang gejalanya meliputi manik mata berwarna putih, mata kucing, juling, kemerahan, pembesaran bola mata, dan peradangan jaringan bola mata.
Osteosarkoma atau Kanker pada Tulang
Di urutan ketiga ada osteosarkoma atau kanker tulang yang biasanya terjadi pada anak usia 10-15 tahun. Kasus ini, kata Dr Mururul, cenderung lebih banyak menimpa anak laki-laki. Di Indonesia, angka penderita osteosarkoma mencapai 0,97 per 100.000 yang gejalanya meliputi nyeri tulang di malam hari, terjadi pembengkakan di tungkai dan lengan, demam, cepat lelah, dan penurunan berat badan.
Editor: Tuty Ocktaviany