Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tak Hanya Ancam Paru-Paru, Kemenkes Ungkap Merokok Rusak Gigi dan Rongga Mulut
Advertisement . Scroll to see content

Sulit Lepas, Pendekatan Ilmiah Bantu Perokok Dewasa Berhenti Merokok

Senin, 14 September 2026 - 22:26:00 WIB
Sulit Lepas, Pendekatan Ilmiah Bantu Perokok Dewasa Berhenti Merokok
Berhenti merokok bukan perkara mudah bagi sebagian orang sehingga butuh pendekatan berbasis bukti ilmiah. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Berhenti merokok bukan perkara mudah bagi sebagian orang. Sebab itu, pendekatan berbasis bukti ilmiah dinilai penting untuk membantu perokok dewasa menentukan langkah yang sesuai dalam menghentikan kebiasaan tersebut.

Salah satu kajian terbaru mengenai hal ini diterbitkan dalam Jurnal Asosiasi Medis Amerika (JAMA) pada 30 Juli 2026. Studi berjudul Nicotine E-Cigarettes for Cigarette Smoking Cessation: Recommendations to US-Based Clinicians membahas rekomendasi bagi tenaga kesehatan dalam membantu perokok dewasa yang ingin berhenti merokok.

Studi tersebut dipimpin peneliti dari University of Kansas Cancer Center, Eleanor LS Leavens, bersama sejumlah peneliti lainnya. Para peneliti menekankan pentingnya memberikan berbagai pilihan berbasis bukti kepada perokok dewasa dengan mempertimbangkan manfaat dan risiko masing-masing pilihan.

“Tidak ada satu pendekatan yang dapat membantu semua perokok untuk berhenti. Namun, dengan memberikan perokok dewasa berbagai pilihan dan melibatkan mereka dalam pembahasan mengenai risiko dan manfaat, mereka memiliki peluang lebih besar untuk benar-benar berhenti dari kebiasaan merokok dan berpotensi meningkatkan kesehatan secara keseluruhan,” kata Eleanor, dikutip Senin (14/9/2026).

Dalam rekomendasinya, para peneliti membahas produk tembakau alternatif sebagai salah satu hal yang dapat dipertimbangkan dalam komunikasi antara klinisi dan perokok dewasa. Namun, produk tersebut tidak dikategorikan sebagai produk yang aman atau bebas risiko.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut