Tak Cuma Biaya Berobat, Ini Pentingnya Menyiapkan Perlindungan Keluarga
JAKARTA, iNews.id - Perlindungan keluarga tidak cukup hanya dengan menyiapkan dana untuk biaya berobat. Di tengah kebutuhan hidup yang semakin beragam, perencanaan keuangan juga perlu mencakup perlindungan jiwa, risiko penyakit kritis, pendidikan anak, hingga persiapan masa depan keluarga.
Kebutuhan tersebut membuat masyarakat perlu mempertimbangkan perlindungan finansial secara lebih menyeluruh. Sebab, risiko kesehatan maupun kejadian tak terduga dapat memengaruhi kestabilan ekonomi keluarga, terutama jika terjadi pada anggota keluarga yang menjadi pencari nafkah utama.
Selain menyiapkan tabungan dan dana darurat, asuransi dapat menjadi salah satu instrumen untuk membantu mengantisipasi risiko finansial.
Perlindungan kesehatan, misalnya, dapat membantu mengurangi beban biaya ketika anggota keluarga membutuhkan perawatan medis. Sementara perlindungan jiwa dan penyakit kritis dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi keuangan keluarga ketika menghadapi situasi yang tidak terduga.
Perencanaan perlindungan juga perlu disesuaikan dengan tahapan kehidupan. Pasangan yang baru membangun rumah tangga mungkin lebih memprioritaskan perlindungan jiwa dan kesehatan. Ketika memiliki anak, kebutuhan dapat berkembang mencakup persiapan biaya pendidikan dan perencanaan keuangan jangka panjang.
Presiden Direktur AIA, Harsya Prasetyo, mengatakan perlindungan memiliki makna lebih luas daripada sekadar kepemilikan produk asuransi. Menurut dia, perlindungan juga berkaitan dengan ketenangan keluarga dalam menghadapi berbagai ketidakpastian.
"Perlindungan bukan hanya tentang produk. Perlindungan adalah tentang memberi ketenangan pikiran, membantu keluarga tetap tangguh menghadapi ketidakpastian, dan menjalani hidup yang lebih sehat, lebih lama, lebih baik," ujar Harsya dalam keterangan resminya, Kamis (5/11/2026).
Kebutuhan perlindungan tersebut juga mencakup perencanaan berbasis prinsip syariah. Masyarakat yang ingin menggunakan pendekatan ini dapat mempertimbangkan produk asuransi yang menerapkan prinsip saling membantu, amanah, dan kebermanfaatan.
Salah satu perkembangan di sektor tersebut adalah mulai beroperasinya PT AIA Syariah Insurance pada 1 November 2026. Entitas ini menyediakan sejumlah pilihan perlindungan, mulai dari kesehatan, jiwa, penyakit kritis, hingga perencanaan keuangan berbasis syariah.
Presiden Direktur AIA Syariah, Ruddy Martono, menyampaikan perusahaan berupaya memenuhi kebutuhan perlindungan keluarga Indonesia melalui solusi berbasis syariah yang didukung inovasi dan layanan.
"Kami berkomitmen untuk menjadi mitra pilihan utama untuk memberdayakan keluarga Indonesia modern dengan memenuhi kebutuhan perlindungan mereka melalui solusi berbasis Syariah, didukung oleh inovasi, keunggulan layanan, dan penciptaan nilai yang berkelanjutan," kata Ruddy.
Menurut dia, nilai Ta'awun, Berkah, dan Amanah menjadi landasan dalam mengembangkan layanan perlindungan berbasis syariah agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pada akhirnya, menyiapkan perlindungan keluarga bukan sekadar memilih produk asuransi. Masyarakat perlu memahami kebutuhan finansial, kemampuan membayar kontribusi atau premi, manfaat perlindungan, serta ketentuan yang berlaku sebelum mengambil keputusan.
Dengan perencanaan yang sesuai kondisi keuangan, keluarga diharapkan dapat menghadapi berbagai risiko tanpa harus mengorbankan tujuan finansial lain yang telah disiapkan untuk masa depan.
Editor: Muhammad Sukardi