Tak Cuma Obat, Teknologi TMS Bisa Stimulasi Area Otak Pasien Afasia
Prof Yusak menyebut Brain-Computer Interface (BCI) sebagai salah satu teknologi yang dapat dikembangkan untuk membantu pasien yang kesulitan menyampaikan keinginannya.
Menurut dia, BCI berpotensi dikolaborasikan dengan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu menerjemahkan maksud atau keinginan pasien yang mengalami hambatan berbicara.
"Penggunaan Brain-Computer Interface untuk menolong orang stroke itu harus dikolaborasi dengan AI, supaya akhirnya AI bisa menemukan ya bagaimana cara orang mau berbicara gitu, apa keinginan orang," jelasnya.
Pengembangan teknologi tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai bidang. Dokter saraf dan bedah saraf, misalnya, perlu bekerja bersama ahli teknologi dan bidang terkait untuk mengembangkan sistem yang dapat digunakan dalam penanganan pasien.
Bagi Prof Yusak, kemajuan neurosains pada akhirnya bukan hanya tentang menciptakan teknologi baru. Teknologi tersebut harus mampu membawa manfaat nyata bagi pasien melalui diagnosis dan tata laksana yang semakin tepat.
"Semua hasil yang didapat, baik kombinatif, baik melewati disiplin ilmu, kemudian perbaikan makin dekat presisi pada diagnosis dan tata laksana, itu bukan membuat makin jauh dengan para pasien," tuturnya.
"Karena kalau itu tidak sampai kepada pasien, maka dua yang di atas menjadi tidak berguna," kata Prof Yusak.
Editor: Muhammad Sukardi