Ternyata Hal Ini yang Membuat Milenial Alami Kesehatan Mental

Vien Dimyati ยท Sabtu, 27 April 2019 - 13:04 WIB
Ternyata Hal Ini yang Membuat Milenial Alami Kesehatan Mental

Oersoalan kesehatan mental (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Kesehatan mental menjadi persoalan yang selalu tabu untuk diperbincangkan. Tidak hanya dialami oleh orang dewasa, masalah kesehatan mental ini semakin banyak dialami oleh milenial.

Milenial yang menganggap dirinya sebagai manusia modern mudah mengalami kesehatan mental. Mulai dari teknologi, tekanan hidup, hingga pergaulan membuat milenial ini terganggu kejiwaannya.

Direktur RSUD Pasar Minggu dr.Yudi Amiarno Sp.U mengatakan, banyaknya pemahaman yang salah, hal-hal yang tabu, serta adanya pandangan buruk (stigma) di masyarakat Indonesia terhadap pasien penderita gangguan kejiwaan, membuat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Minggu Jakarta, membentuk komunitas peduli kesehatan mental bernama Komunitas Sahitya. Tujuannya untuk mengurangi berbagai pandangan yang salah terkait gangguan kejiwaan.

“Masalah kesehatan mental masih menjadi hal tabu, sehingga banyak orang yang mengalami persoalan kesehatan jiwa menjadi ragu untuk mencari pertolongan. Di sini pentingnya dukungan keluarga dan masyarakat menjadi utama untuk mencapai kesembuhan,” kata Direktur RSUD Pasar Minggu dr.Yudi Amiarno Sp.U di Jakarta, Sabtu (27/4/2019).

Dr. Yudi mengemukakan hal tersebut saat meresmikan pembentukan Komunitas Sahitya, komunitas peduli kesehatan mental. Dokter Yudi bersama sejumlah dokter lainnya, seperti dr. Yaniar Mulyantini SpKJ, dr. Poppy Sitepu Sp.KJ serta pimpinan Komunitas Sahitya, Indah Puspita, menjadi pembina Komunitas Sahitya.

Visi Komunitas Sahitya adalah membangun masyarakat yang peduli mengenai pentingnya kesehatan mental di masyarakat. Komunitas Sahitya juga merupakan binaan dari RSUD Pasar Minggu Jakarta.

Dr. Yudi mengatakan, manusia modern sekarang ini memang lebih maju dibandingkan dengan masyarakat tradisional, namun kehidupan yang ada di tengah masyarakat juga semakin kompleks dan rumit. Beragam persoalan dan tekanan hidup telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan sehingga sebagai konsekuensianya ada sebagian masyarakat yang menjadi rentan terhadap persoalan dan tekanan hidup tersebut.

Sementara itu, dr. Yaniar Mulyantini mengatakan, manusia modern seharusnya bisa berpikir lebih bijaksana dan arif dalam mengatasi persoalan hidup yang ada. Sayang dalam kenyataannya banyak manusia modern yang memiliki masalah, termasuk ketidakseimbangan diri. Mereka sangat mudah terserang gangguan-gangguan kejiwaan dan juga menunjukkan ciri-ciri depresi ringan sampai tingkat stres yang tinggi, dan jika tidak ditangani segera justru akan menjadi fatal dan membebani masyarakat itu sendiri.

“Kemajuan teknologi komunikasi, dan keberadaan media sosial telah mengubah gaya hidup dan pola tingkah laku masyarakat sekarang. Kompoleksitas masalah dan adanya kenyataan yang tidak sesuai harapannya membuat masalah gangguan jiwa menjadi semakin meningkat belakangan ini. Bahkan generasi milenial tergolong paling rentan,” kata Yaniar Mulyantini.

Menurut dr. Yaniar Mulyantini, dukungan keluaga dan masyarakat amat sangat diperlukan untuk mempercepat penanganan dan proses penyembuhannya. Kata kunci disini adalah dengan membangun kebersamaan, baik di keluarga maupun komunitas yang saling peduli dengan lainnya.

“Dengan kebersamaan, para pasien maupun orang yang sedang mengalami permasalahan kesehatan jiwa, selalu mendapat dukungan sehingga tidak lagi merasa sendiri. Dengan kebersamaan dan solidaritas, semua dapat melalui fase-fase sulit dalam kehidupan, dan terbantu dengan mendengar pengalaman-pengalaman orang lain,” katanya.

Perlu diketahui, nama Sahitya diambil dari Bahasa Sansekerta, yang berarti solidaritas dalam kebersamaan. Dengan moto “we are here”, mempertergas makna dan tujuan dari dibentuknya komunitas Sahitya, yaitu dengan kebersamaan.

Pada awalnya Sahitya adalah sebuah forum komunikasi dan diskusi sesama pasien beserta keluarga yang berobat di Poliklinik Psikiatri RSUD Pasar Minggu. Dari forum berbagi ini, muncul ide untuk membuat komunitas yang peduli tentang kesehatan jiwa dan bekerja sama dengan dr.Yaniar Mulyantini SpKJ, sehingga terbentuklah Komunitas Sahitya.

Dalam perkembangannya Sahitya mengundang para pasien,keluarga pasien, dan para relawan peduli kesehatan jiwa serta masyarakat, untuk dapat bergabung bersama Sahitya dan berbagi bersama–sama mengedukasi dan menyebarkan kesadaran terhadap masyarakat tentang pentingnya kesehatan jiwa.

Editor : Vien Dimyati