Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sering Tidur Lewat Tengah Malam? Dokter Ungkap Risiko Kematian Naik 53 Persen
Advertisement . Scroll to see content

Tidur 8 Jam tapi Bangun Tetap Lelah? Ini Penyebabnya

Sabtu, 05 September 2026 - 21:51:00 WIB
Tidur 8 Jam tapi Bangun Tetap Lelah? Ini Penyebabnya
Jika tetap merasa lelah meski sudah tidur cukup, salah satu penyebabnya bisa berupa micro-arousal. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Tidur selama delapan jam tidak selalu membuat tubuh terasa segar saat bangun pagi. Jika tetap merasa lelah meski sudah tidur cukup, salah satu penyebabnya bisa berupa micro-arousal, yakni gangguan singkat saat tidur yang sering tidak disadari.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Adam Prabata, menjelaskan micro-arousal sebagai salah satu kondisi yang dapat membuat seseorang tetap merasa kelelahan meskipun durasi tidurnya sudah terpenuhi. Dia membahas fenomena tersebut melalui utas di akun Threads miliknya.

“Pernah gak lo ngerasa masih capek banget badannya padahal udah tidur 8 jam bahkan lebih? Kalo pernah, jangan-jangan lo sering mengalami micro-arousal," tulis dr Adam, dikutip Sabtu (5/9/2026).

Menurut dr Adam, micro-arousal merupakan lonjakan singkat aktivitas otak dan sistem saraf simpatik ketika seseorang sedang tidur. Kondisi tersebut biasanya berlangsung dalam hitungan detik sehingga seseorang tidak selalu terbangun sepenuhnya atau menyadari tidurnya sempat terganggu.

“Micro-arousal adalah lonjakan singkat (biasanya 3–15 detik) aktivitas otak dan sistem saraf simpatik saat tidur. Saat itu lo gak kebangun sepenuhnya, tapi tidur lo jadi keganggu," katanya.

Micro-arousal Bisa Ganggu Pemulihan Tubuh

Meski berlangsung singkat, micro-arousal yang terjadi berulang kali dapat memengaruhi kualitas tidur. Kondisi tersebut dapat membuat sistem saraf tidak berada dalam kondisi pemulihan yang stabil sepanjang malam.

"Akibatnya, meskipun durasi tidur lo udah 8 jam, sistem saraf tidak sempat berada dalam mode pemulihan yang stabil," kata dr Adam.

Pada dasarnya, micro-arousal dalam jumlah tertentu merupakan bagian dari proses tidur normal. Fenomena ini tidak selalu berarti seseorang mengalami gangguan tidur.

Namun, jika terjadi terlalu sering, terutama ketika seseorang mengalami stres, micro-arousal dapat membuat tidur menjadi kurang berkualitas. Akibatnya, tubuh bisa terasa lelah ketika bangun meskipun waktu tidur sudah mencapai delapan jam.

"Sebenernya dalam jumlah yang wajar, micro-arousal justru bagian dari tidur yang normal karena membantu pembentukan memori. Tapi kalo terlalu sering, apalagi disertai dengan kondisi stres, itu bisa bikin lo ngerasa kelelahan di pagi hari," ujarnya.

Penyebab Lain Bangun Tidur Tetap Lelah

Rasa lelah setelah tidur cukup juga tidak selalu disebabkan oleh micro-arousal. Ada sejumlah kondisi lain yang dapat mengganggu kualitas tidur, seperti sleep apnea atau henti napas saat tidur, sindrom kaki gelisah (restless leg syndrome), hingga stres kronis.

Sebab itu, seseorang yang sering merasa kelelahan meski sudah tidur cukup sebaiknya tidak langsung menganggap kondisi tersebut sebagai akibat kurang tidur. Pemeriksaan ke dokter dapat membantu mencari penyebab yang mendasari keluhan tersebut.

"Kalo kalian sering ngerasa kecapekan padahal udah tidur cukup, dikonsultasikan ke dokter ya," kata dr Adam.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut