Tidur Cuma Sebentar Setiap Hari? Dokter Ungkap Dampaknya bagi Otak
Kesehatan otak juga tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengingat atau berkonsentrasi. Fungsi motorik turut menjadi bagian yang perlu diperhatikan.
Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Seraphim Medical Center dr. Raymond Posuma, Sp.KFR, MS(K), FIPM (USG), menjelaskan fungsi motorik dapat berkaitan dengan kondisi neurologis maupun kualitas tidur seseorang.
"KINESIQ membantu kami menilai fungsi motorik klien secara objektif, karena gangguan motorik seringkali berkaitan erat dengan kondisi neurologis maupun kualitas tidur seseorang," paparnya.
Sementara itu, Direktur Sales, Marketing & Business Development Bethsaida Healthcare, Iwan A. Setiawan, mengatakan kehadiran Brain Wellness & Sleep Center merupakan bagian dari upaya menghadirkan layanan kesehatan otak dan tidur secara terintegrasi.
"Brain Wellness & Sleep Center adalah langkah strategis kami untuk menghadirkan layanan kesehatan otak dan tidur yang terintegrasi dan berstandar internasional, sekaligus memperkuat posisi Seraphim sebagai destinasi kesehatan dan wellness pilihan masyarakat, baik domestik maupun mancanegara," ujarnya.
Dengan demikian, persoalan tidur tidak hanya perlu dilihat dari berapa lama seseorang terlelap, tetapi juga kualitas istirahat dan dampaknya terhadap fungsi otak. Bagi masyarakat yang mengalami gangguan tidur, mudah lupa, sulit berkonsentrasi atau *brain fog* secara berulang, pemeriksaan medis dapat menjadi langkah untuk mengetahui kondisi yang mendasarinya.
Editor: Muhammad Sukardi