Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Otak Lebih Tajam dan Terlindung dari Penurunan Kognitif, Cukup Lakukan Olahraga Ringan Ini
Advertisement . Scroll to see content

Usia di Atas 30 Tahun, Dokter Ingatkan Jalan 7.000 Langkah Lebih Aman Buat Lutut

Minggu, 30 Agustus 2026 - 06:55:00 WIB
Usia di Atas 30 Tahun, Dokter Ingatkan Jalan 7.000 Langkah Lebih Aman Buat Lutut
Tak perlu lari 1.000 langkah, berjalan kaki sebanyak 7.000 langkah sehari sudah memberikan manfaat besar bagi kesehatan. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Tren lari dan target 10.000 langkah sehari tengah marak di kalangan masyarakat perkotaan. Namun, bagi sebagian orang, terutama yang memasuki usia 30-an, olahraga lari setiap hari justru dapat memicu nyeri pada lutut dan persendian.

Dokter Spesialis Urologi, dr Andika Afriansyah, membagikan pandangannya mengenai tren olahraga tersebut melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Dia menilai aktif bergerak tetap memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, tetapi masyarakat tidak perlu memaksakan diri mengejar target 10.000 langkah.

Menurut dr Andika, berjalan kaki sebanyak 7.000 langkah sehari sudah memberikan manfaat besar bagi kesehatan. Bahkan, aktivitas tersebut disebut berkaitan dengan penurunan risiko kematian dibandingkan kebiasaan minim bergerak.

"Jalan kaki 7.000 langkah sehari itu dapat menurunkan risiko kematian bahkan sampai 40 persen dibandingkan orang yang mager seharian,” kata dr Andika, dikutip Sabtu (29/8/2026).

Dia kemudian menceritakan pengalamannya melihat tren lari yang semakin populer di kalangan anak muda hingga orang dewasa. Menurutnya, mengejar target langkah dengan berlari setiap hari tidak selalu cocok untuk semua orang.

"Tiap buka story IG isinya orang-orang FOMO skena lari demi mencetak 10.000 langkah. Tapi jujur, buat gua pria 30-an kayak gua, mengejar lari tiap hari itu buat lutut gua sama sendi gua sakit banget,” ujarnya.

Sebagai alternatif, dr Andika memilih jalan miring atau incline walking menggunakan treadmill. Aktivitas tersebut dilakukan setiap pagi dengan tujuan mendapatkan manfaat kardio sekaligus membakar kalori tanpa memberikan tekanan berlebihan pada lutut.

"Makanya tiap jam 6 pagi di home gym saya, ketimbang ikut fomo lari, saya pribadi lebih milih jalan miring. Lebih hemat waktu, kardionya dapat, dan lutut saya aman. Berdasarkan meta-analisis terbaru dari The Lancet Public Health, kamu tuh nggak wajib 10.000 langkah. Cukup 7.000 langkah per hari, risiko kematian kamu udah terpangkas sampai 47 persen,” katanya.

dr Andika menjelaskan, peningkatan manfaat kesehatan paling besar justru terlihat ketika seseorang beralih dari kondisi kurang bergerak menjadi lebih aktif. Jalan miring di treadmill juga dapat meningkatkan intensitas latihan tanpa harus berlari.

"Peningkatan terbesar itu justru pas bergerak dari mager ke 7.000 langkah. Nah rahasianya, pas treadmill dinaikin kemiringannya atau incline, detak jantung dan kebutuhan kalori otomatis naik setara lari atau jogging, tapi beban tumpuan di sendi lutut jauh lebih rendah,” ujarnya.

Dia mengingatkan masyarakat yang baru mulai menjalani pola hidup aktif agar tidak terlalu terbebani dengan berbagai indikator olahraga. Menurutnya, konsistensi beraktivitas dan kemampuan mendengarkan kondisi tubuh menjadi hal yang lebih penting.

"Kamu nggak perlu pusing-pusing berapa heart rate kamu. Jadi tidak perlu menyiksa diri kalau belum siap. Cukup 7.000 langkah bervariasi sama jalan miring 30 menit plus angkat beban,” katanya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut