Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gejala Covid-19 Stratus yang Sedang Menyerang Indonesia, Bikin Suara Serak!
Advertisement . Scroll to see content

Varian Baru Mu Jadi Perhatian Dunia, Ketua Satgas: Jangan Panik Tetap Waspada

Rabu, 08 September 2021 - 14:45:00 WIB
Varian Baru Mu Jadi Perhatian Dunia, Ketua Satgas: Jangan Panik Tetap Waspada
Seorang pasien terdeteksi varian baru Covid-19 dibawa ke IGD. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id Varian baru Covid-19 Mu (B1 621) tengah menjadi perhatian dunia. Varian ini pertama kali teridentifikasi di Kolombia pada Januari 2021. Namun, sampai detik ini Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono mengatakan varian Covid-19 Mu belum terdeteksi di Indonesia. 

Mengacu pada angka kasus di dunia, varian Mu hanya terdeteksi 0,1 persen. Tidak hanya di Indonesia, Amerika Serikat pun mulai menaruh perhatian terhadap varian Mu ini. Menurut Dokter Anthony Fauci, seorang pakar penyakit terkemuka dunia, AS kini memantau perkembangan varian Mu itu.

Fauci mengatakan, AS tidak ingin kejadian serangan varian Delta Covid-19 terulang kembali pada serangan varian Mu, yang sejatinya belum menjadi kasus besar dilihat secara global.

Menanggapi varian Mu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu menyatakan, varian baru ini juga belum dilaporkan juga di negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, ataupun Filipina.

Maxi memastikan bahwa pintu masuk negara diperkuat sejalan dengan mulai mencoloknya varian Mu ini, terlebih karena adanya dugaan bahwa varian ini kebal vaksin.

"Kami memperketat pintu masuk di pelabuhan maupun udara dengan ditemukannya berbagai varian virus, termasuk varian Mu ini. Pemantauan dan proses karantina di pintu masuk pun menjadi bagian di dalamnya," kata Maxi.

Sementara menurut Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Zubairi Djoerban, secara global kasus varian Mu itu hanya 0,1 persen. "Beda dengan kasus di Kolombia sebagai negara pertama yang melaporkan penemuan kasus, di sana sudah 39% kasus Covid-19 disebabkan varian Mu," paparnya di Instagram, dilansir Rabu (8/9/2021). 

Karena angka kasusnya secara global masih sangat kecil itu juga yang membuat Badan Kesehatan Dunia (WHO) menempatkan varian Mu di kategori variant of interest (VOI) bukan variant of concern (VOC).

"Ini sekaligus memberitahu kepada masyarakat bahwa kita tidak usah terlalu panik, tapi waspada boleh. Terlebih bagi pemerintah untuk memastikan agar varian ini tidak masuk ke Indonesia," kata Prof Beri. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut