Viral Anggur Shine Muscat Dikabarkan Mengandung Zat Berbahaya, Begini Kronologi dan Hasil Laboratorium
1. Dari 24 sampel, negara asal anggur shine muscat yang diidentifikasi berasal dari China sebanyak 9 sampel. Sisanya tidak memiliki informasi asal.
2. Satu sampel mengandung Klorpirifos atau bahan kimia berbahaya (Tipe 4) yang dilarang. Lalu, sebanyak 22 sampel lainnya mengandung 14 jenis residu beracun yang melebihi batas standar. (Thailand menetapkan batas aman itu tidak melebihi 0,01 mg/kg).
3. Sebanyak 50 jenis residu toksik ditemukan. Di antaranya, 26 merupakan bahan kimia berbahaya Tipe 3, dan 2 lainnya adalah bahan kimia Tipe 4 yang dilarang di Thailand (Klorpirifos dan Endrin aldehid). Selain itu, 22 bahan kimia tidak tercantum dalam peraturan zat berbahaya Thailand, termasuk Triasulfuron, Cyflumetofen, Chlorantraniliprole, Flonicamid, Etoxazole, Spirotetramat, dan lainnya.
4. 37 dari 50 zat beracun yang ditemukan adalah pestisida sistemik (mencakup 74%), yang berpotensi bertahan dalam jaringan anggur, sehingga sulit dibersihkan.
5. Setiap sampel anggur shine muscat mengandung antara 7 hingga 18 residu beracun, dan 23 dari 24 sampel melebihi batas untuk 1 hingga 6 jenis bahan kimia beracun.
Atas temuan ini, direkomendasikan kepada pemerintah Thailand dalam hal ini Kementerian Kesehatan Masyarakat untuk menegakkan hukum dan peraturan yang ada untuk mewajibkan importir dan distributor mencantumkan sumber dan asal negara.
Kementerian juga didesak untuk menerapkan langkah-langkah untuk memastikan keamanan dan kualitas produk impor, seperti mewajibkan sertifikasi GAP (Good Agricultural Practices), serupa dengan yang diberlakukan Thailand pada ekspor pertanian.
Sebagai informasi, hasil laboratorium ini pun menggemparkan Malaysia mengingat anggur tersebut viral di negara tersebut. Malaysia pun dikabarkan akan melakukan investigasi pada anggur shine muscat ini.
Editor: Muhammad Sukardi