Viral Pria 32 Tahun Hobi Lari tapi Alami Gagal Ginjal, Penyebabnya Mengejutkan!
JAKARTA, iNews.id - Kisah pria hobi lari berusia 32 tahun yang mengalami cedera ginjal akut viral di media sosial. Penyebab masalah kesehatan pun menjadi sorotan netizen.
Cerita ini viral setelah dibagikan akun X @icalbhimaa dan telah dilihat lebih dari 10 juta kali oleh pengguna media sosial. Lantas, seperti apa cerita selengkapnya?
Dalam unggahannya, akun tersebut menceritakan kasus seorang pria yang sebelumnya dikenal memiliki gaya hidup sehat. Ia rajin berolahraga, menjaga pola makan, tidak merokok, serta memiliki tubuh yang bugar.
Namun, kebiasaan yang dilakukan sebelum dan setelah berlari justru diduga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap masalah pada ginjalnya. Kebiasaan apa itu?
Dalam cerita yang dibagikan akun X tersebut, pria itu baru saja menyelesaikan lari jarak jauh dalam kondisi cuaca panas.
Beberapa hari kemudian, muncul sejumlah gejala yang tidak biasa. Kedua kakinya mulai membengkak, disertai rasa mual dan lemas yang cukup berat.
Kondisinya kemudian semakin mengkhawatirkan karena produksi urine menurun drastis hingga hampir tidak keluar.
Ia akhirnya menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar kreatinin dalam darahnya melonjak. Dokter kemudian mendiagnosisnya mengalami Acute Kidney Injury (AKI) atau cedera ginjal akut.
Yang menarik, pria tersebut sebelumnya tidak memiliki riwayat diabetes, hipertensi, maupun penyakit ginjal.
Dalam cerita tersebut, dokter kemudian menanyakan obat yang dikonsumsi pasien. Jawabannya adalah ibuprofen.
Pria itu ternyata mengonsumsi ibuprofen sebelum berlari dengan tujuan mencegah rasa nyeri. Setelah olahraga, ia kembali mengonsumsi obat tersebut karena tubuh terasa pegal.
Sebagai informasi, Ibuprofen merupakan obat golongan NSAID (nonsteroidal anti-inflammatory drugs) atau obat antiinflamasi nonsteroid. Obat dalam kelompok ini memang dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan.
Namun, penggunaannya tetap perlu memperhatikan dosis, kondisi tubuh, lama penggunaan, serta obat lain yang dikonsumsi. Dalam kondisi tertentu, NSAID dapat memengaruhi aliran darah menuju ginjal.
Risiko tersebut menjadi perhatian ketika NSAID digunakan saat seseorang mengalami dehidrasi.
Lari jarak jauh, terlebih dilakukan dalam cuaca panas, dapat membuat tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat. Jika cairan yang hilang tidak cukup tergantikan, volume cairan tubuh dapat menurun. Kondisi tersebut kemudian dapat menyebabkan aliran darah menuju ginjal ikut berkurang.
Sementara itu, NSAID seperti ibuprofen bekerja dengan menghambat pembentukan prostaglandin. Senyawa ini memiliki peran dalam membantu mempertahankan aliran darah ke ginjal pada kondisi tertentu.
Ketika seseorang mengalami dehidrasi, penggunaan NSAID dapat semakin mengganggu mekanisme tersebut.
Secara sederhana, kombinasi keduanya dapat meningkatkan risiko terjadinya cedera ginjal akut, terutama pada orang dengan faktor risiko tertentu.
Namun, penting dipahami bahwa minum ibuprofen setelah olahraga tidak otomatis menyebabkan gagal ginjal pada setiap orang.
Risiko dipengaruhi berbagai faktor, termasuk tingkat dehidrasi, kondisi ginjal sebelumnya, dosis obat, frekuensi penggunaan, serta obat lain yang sedang dikonsumsi.
Kisah yang viral tersebut bukan berarti ibuprofen merupakan obat yang harus dihindari oleh semua orang. Yang perlu diperhatikan adalah penggunaannya secara tepat.
Seseorang perlu lebih berhati-hati menggunakan NSAID ketika mengalami dehidrasi berat, memiliki gangguan ginjal, mengonsumsi obat tekanan darah tertentu seperti ACE inhibitor atau ARB, atau menggunakan NSAID dalam dosis tinggi maupun berulang.
Obat yang dapat dibeli tanpa resep pun tetap memiliki efek samping dan aturan penggunaan.
Karena itu, kebiasaan mengonsumsi obat pereda nyeri sebelum olahraga untuk sekadar mencegah pegal atau nyeri sebaiknya tidak dilakukan sembarangan.
Jika rasa nyeri selalu muncul setiap kali berolahraga, mencari tahu penyebabnya jauh lebih penting daripada terus-menerus menutupinya dengan obat.
Kisah pelari yang viral di media sosial ini pun memberikan pelajaran penting bahwa rajin berolahraga memang baik untuk kesehatan, tetapi tetap perlu memperhatikan kondisi tubuh dan penggunaan obat.
Bukan berarti lari berbahaya bagi ginjal. Justru, yang perlu diwaspadai adalah kombinasi faktor tertentu, seperti dehidrasi berat dan penggunaan obat NSAID secara tidak tepat.
Editor: Muhammad Sukardi