Viral Wanita 63 Tahun Melahirkan, Prosedur IVF dan Terapi Hormon Kompleks Rahasianya!
Pada wanita yang telah menopause seperti pasien asal Azerbaijan tersebut, keberhasilan IVF tidak hanya bergantung pada kualitas embrio, tetapi juga kesiapan rahim untuk menerima dan mempertahankan kehamilan.
Setelah menopause, tubuh perempuan mengalami penurunan drastis hormon estrogen dan progesteron. Akibatnya, lapisan rahim atau endometrium menjadi tipis sehingga tidak lagi siap menjadi tempat tumbuh kembang embrio.
Karena itu, dokter memberikan terapi hormon untuk menggantikan hormon yang sudah tidak lagi diproduksi tubuh secara optimal. Pemberian estrogen bertujuan menebalkan lapisan rahim, sedangkan progesteron membantu mempertahankan kondisi rahim agar embrio dapat menempel dan berkembang dengan baik.
Setelah kondisi rahim dinilai siap, embrio hasil IVF dipindahkan ke dalam rahim. Bila berhasil menempel, pasien tetap harus melanjutkan terapi hormon sesuai kebutuhan serta menjalani pemantauan rutin hingga kehamilan dinyatakan stabil.
Kehamilan pada perempuan berusia di atas 35 tahun saja sudah dikategorikan sebagai advanced maternal age atau usia ibu lanjut. Pada usia 63 tahun, risikonya jauh lebih besar.