Waspada! Cacingan Bisa Sebabkan Stunting, Ini Penjelasan Dokter
JAKARTA, iNews.id - Kasus kematian bocah empat tahun di Sukabumi, Jawa Barat, mendapat perhatian penuh masyarakat dan pemerintah.
Bahkan, dokter anak memperingati para orang tua agar mengajarkan si kecil pola hidup bersih dan sehat sejak dini. Hal itu untuk mencegah kasus cacingan pada anak.
Sebab, ketika si kecil sudah cacingan, dia berisiko mengalami stunting. Kok bisa? Apa hubungannya stunting dengan cacingan? Berikut penjelasan selengkapnya.
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Barat dr Riyadi, SpA, mengungkap, cacingan bisa menghambat nutrisi pada tubuh anak, sehingga pertumbuhannya bisa terganggu dan memicu risiko stunting.
"Cacingan ini kalau berlangsung kronis bisa menyebabkan stunting. Secara kumulatif, infeksi cacing atau cacingan dapat menimbulkan kerugian terhadap kebutuhan zat gizi karena kurangnya kalori dan protein, serta kehilangan darah," ungkap dr Riyadi dalam webinar, Jumat (22/8/2025).
Dokter Riyadi mengatakan, cacing yang menginfeksi tubuh anak bisa mengambil sari-sari makanan yang dikonsumsi anak. Vitamin dan gizi dari makanan pun akan terbagi dengan cacing yang bersemayam di tubuh, sehingga bisa membuat anak kekurangan gizi.
Kondisi tersebut bisa membuat pertumbuhan si kecil terhambat hingga mengalami stunting yang menjadi momok bagi orang tua.
"Saat ada cacing di tubuh, makanan yang anak makan dibagi dua dengan cacing tersebut. Nutrisinya jadi termakan cacing, sehingga bisa timbul masalah stunting," tambahnya.
"Cacing ini juga bisa menyedot darah (cacing tambang), sehingga anak akan terlihat pucat," jelas dr Riyadi.
Sementara itu, cacing yang menggerogoti tubuh anak tak langsung berkembang hingga menjadi cacing dewasa. Butuh waktu sekitar 3 bulan sebelum cacing berkembang dan bisa menyedot nutrisi asupan anak.
Untuk itu, penting menanganinya dengan cepat bila anak memiliki gejala cacingan agar bisa dibasmi dan diperbaiki dengan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan mereka.
"Kalau anak sudah terkena cacing dewasa, bukan dari saat itu. Berarti anak itu sudah terinfeksi dari sekitar 3 bulan," ungkap dr Riyadi.
Editor: Muhammad Sukardi