Waspada! Ini Tanda-Tanda Abu Vulkanik Masuk ke Paru
JAKARTA, iNews.id - Erupsi Gunung Anak Krakatau sejak 4 September 2026 membuat abu vulkanik menyebar ke sejumlah wilayah. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena partikel abu yang terhirup dapat masuk ke saluran pernapasan dan pada ukuran tertentu mencapai bagian paru yang lebih dalam.
Dokter Spesialis Paru Bethsaida Hospital Gading Serpong dr Sondang Ruth Angelia Sirait, M.Ked.(Paru), Sp.P, menjelaskan ukuran partikel menjadi salah satu faktor yang menentukan seberapa jauh abu dapat masuk ke sistem pernapasan.
"Secara umum, semakin kecil ukuran partikel, semakin jauh partikel dapat masuk ke saluran pernapasan, bahkan sebagian partikel yang sangat halus dapat mencapai saluran napas kecil yang disebut alveolus yang akan menyebabkan peradangan dan stres oksidatif," jelas dr Sondang, Jumat (11/9/2026).
Karena itu, paparan abu vulkanik bukan hanya persoalan debu yang mengganggu kenyamanan. Partikel yang terhirup dapat menimbulkan iritasi hingga memperberat gangguan pernapasan, terutama pada kelompok yang memiliki penyakit paru sebelumnya.
Paparan abu vulkanik dalam jangka pendek dapat menimbulkan sejumlah keluhan pada saluran pernapasan. Gejalanya bisa muncul setelah seseorang menghirup abu, terutama ketika konsentrasi partikel di udara tinggi atau paparan berlangsung cukup lama.