Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sepekan Erupsi Gunung Anak Krakatau: Partikel Abu Vulkanik Masih Ada di Udara?
Advertisement . Scroll to see content

Waspada! Ini Tanda-Tanda Abu Vulkanik Masuk ke Paru

Jumat, 11 September 2026 - 11:13:00 WIB
Waspada! Ini Tanda-Tanda Abu Vulkanik Masuk ke Paru
Ilustrasi sesak napas. (Foto: Pexels)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Erupsi Gunung Anak Krakatau sejak 4 September 2026 membuat abu vulkanik menyebar ke sejumlah wilayah. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena partikel abu yang terhirup dapat masuk ke saluran pernapasan dan pada ukuran tertentu mencapai bagian paru yang lebih dalam.

Dokter Spesialis Paru Bethsaida Hospital Gading Serpong dr Sondang Ruth Angelia Sirait, M.Ked.(Paru), Sp.P, menjelaskan ukuran partikel menjadi salah satu faktor yang menentukan seberapa jauh abu dapat masuk ke sistem pernapasan.

"Secara umum, semakin kecil ukuran partikel, semakin jauh partikel dapat masuk ke saluran pernapasan, bahkan sebagian partikel yang sangat halus dapat mencapai saluran napas kecil yang disebut alveolus yang akan menyebabkan peradangan dan stres oksidatif," jelas dr Sondang, Jumat (11/9/2026).

Karena itu, paparan abu vulkanik bukan hanya persoalan debu yang mengganggu kenyamanan. Partikel yang terhirup dapat menimbulkan iritasi hingga memperberat gangguan pernapasan, terutama pada kelompok yang memiliki penyakit paru sebelumnya.

Tanda Abu Vulkanik Mulai Mengganggu Pernapasan

Paparan abu vulkanik dalam jangka pendek dapat menimbulkan sejumlah keluhan pada saluran pernapasan. Gejalanya bisa muncul setelah seseorang menghirup abu, terutama ketika konsentrasi partikel di udara tinggi atau paparan berlangsung cukup lama.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut