Waspada! Posisi Tidur Salah Bisa Bikin Badan Bungkuk
JAKARTA, iNews.id - Kebiasaan tidur yang sering dianggap sepele ternyata dapat berdampak pada kesehatan tubuh dalam jangka panjang. Posisi tidur yang keliru dan dilakukan terus-menerus berpotensi memengaruhi postur hingga menimbulkan gangguan pada tulang belakang.
Dokter sekaligus influencer kesehatan dr Tirta Mandira Hudhi menjelaskan adanya kaitan antara posisi tidur dengan postur tubuh. Menurut dia, dampaknya biasanya tidak langsung terasa setelah satu atau dua malam, tetapi dapat terakumulasi selama bertahun-tahun.
“Sebenarnya ini yang menjawab harusnya dokter spesialis ortopedi sub-spine. Tapi jawabannya itu adalah fakta. Jadi jawabannya adalah memang betul, posisi tidur selama bertahun-tahun itu akan mempengaruhi postur,” ujar dr Tirta, dikutip Kamis (13/8/2026).
Salah satu kebiasaan yang disorot adalah penggunaan bantal yang terlalu keras dan tinggi. Posisi tersebut dapat membuat leher berada dalam posisi yang kurang ideal saat tidur dan berpotensi memengaruhi postur tubuh.
“Contoh orang yang biasanya tidurnya pakai bantal keras tinggi, jadi dia nanti kalau jalan gini nih (bungkuk). Paling nanti usia 40 nyeri servikal, 57, matinya ya paling lumpuh, stroke, jepit,” ucapnya.
Karena itu, pemilihan kasur juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. dr. Tirta mengatakan perbedaan harga kasur di pasaran salah satunya berkaitan dengan teknologi penopang tulang belakang atau spine support yang digunakan.
“Itu alasan kenapa ada kasur harganya 160 juta dan ada kasur harganya cuma 160 ribu. Pembedanya adalah kasur-kasur yang harganya ratusan juta tersebut, itu memiliki spine support dan memory. Karena tubuh manusia itu berbeda-beda,” katanya.
Menurut dr. Tirta, kebutuhan setiap orang terhadap kasur tidak selalu sama. Anatomi tubuh menjadi salah satu pertimbangan agar permukaan kasur dapat memberikan dukungan yang sesuai ketika seseorang tidur.
“Contoh, saya genetiknya tuh gede di otot sini, rhomboid sama latissimus dorsi atau sayap. Sehingga ketika saya tidur miring, sakit ini bahunya. Sehingga saya membutuhkan kasur yang dia kalau tidur, ininya harus bahunya harus tenggelam. Kalau enggak, sini akan sakit, tension sampai sini,” ujarnya.
Pemilihan tempat tidur juga dinilai semakin penting bagi orang yang memiliki riwayat gangguan pada tulang belakang. Kondisi seperti skoliosis dan HNP atau saraf terjepit membutuhkan perhatian lebih terhadap posisi tubuh saat beristirahat.
“Yang kedua, bagi orang yang memiliki riwayat penyakit skoliosis, itu juga tidurnya harus khusus. Bagi orang yang memiliki HNP atau saraf terjepit di bagian lumbal 4 atau 5, dia harus memiliki tempat tidur yang ada lumbar support-nya,” ucap dr Tirta.
Kebiasaan tidur dengan posisi yang kurang tepat karena itu sebaiknya tidak terus dibiarkan, terutama jika sudah menimbulkan nyeri atau ketidaknyamanan. Pemilihan bantal dan kasur perlu disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan tubuh, sementara keluhan yang menetap sebaiknya diperiksakan kepada tenaga medis.
Editor: Dani M Dahwilani