Waspada Pria Lebih Berisiko Kena Infeksi Saluran Kemih, Ini Penjelasan Pakar Kesehatan

Elvira Anna ยท Kamis, 25 November 2021 - 20:10:00 WIB
Waspada Pria Lebih Berisiko Kena Infeksi Saluran Kemih, Ini Penjelasan Pakar Kesehatan
Pria yang tidak disunat lebih berisiko kena infeksi saluran kemih. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id – Kaum pria berisiko 3 kali lebih besar kena infeksi saluran kemih ketimbang perempuan, khususnya para pria yang semasa kecil tidak disunat. Bahkan menurut para pakar, pria yang tidak disunat juga lebih berisiko kena kanker penis. 

Dr Asrul Muhadi, SpB Dokter Spesialis Bedah mengatakan bahwa anak yang tidak disunat berisiko terkena infeksi saluran kemih (ISK) sebesar 3-10 kali dibanding anak yang disunat pada tahun pertama kehidupan. Bahkan risiko kanker penis meningkat pada pria yang tidak disirkumsisi. 

Diketahui tradisi sunat sudah dilakukan sejak lama dengan beragam metode yang berbeda. Sunat atau sirkumisi adalah tindakan medis untuk membuang sebagian atau seluruh kulup (prepusium) dengan tujuan tertentu. Sebuah studi dari Saudi Urological Association, mengungkapkan bahwa sekitar 30 persen laki-laki di telah disunat. Sisanya tidak melakukan karena kurangnya informasi tentang manfaat sunat, atau tidak dianjurkan oleh orangtua. 

“Sunat itu banyak manfaatnya untuk pria. Bukan hanya demi kebersihan tetapi juga kesehatan, khususnya mencegah ISK dan kanker,” kata dr Asrul dalam webinar bertajuk Sunat Aman dengan Metode Modern, belum lama ini. 

Selain itu, banyak manfaat lainnya dari tindakan sunat yang sangat baik bagi kesehatan. Dikutip dari study Altokhais TI  Electrosurgery use in circumcision in children apa yang dianggap sebagai sunat laser tidak menggunakan energi cahaya namun menggunakan energi panas dengan alat elektrokauter untuk memotong jaringan, koagulasi dan diseksi. 

Untuk meminimalisir berbagai risiko yang mungkin terjadi pada tindakan sunat, hadirlah metode Klem yang telah direkomendasikan oleh WHO sebagai metode sunat terbaik. Dari sekian banyak Klem yang digunakan di Indonesia, Mahdian Klem merupakan satu- satunya produk asli karya anak bangsa yang telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan dengan Nomor AKD 21103910201.

Dr Mahdian Nur Nasution SpBS, Founder Rumah Sunat dr Mahdian, mengungkapkan bahwa sunat dengan metode Mahdian Klem bisa meminimalisir risiko pendarahan. Teknik biusnya juga tidak menggunakan jarum suntik sehingga dapat mengurangi rasa takut pada anak dan membuat anak merasa lebih nyaman.

“Metode sunat ini tidak memerlukan jahitan dan perban. Selain itu, proses sunat dengan Mahdian Klem ini relatif lebih cepat yaitu kurang dari 7 menit,” katanya. 

Terkait pentingnya sunat, dr Reisa Broto Asmoro, seorang dokter bedah umum yang juga menjabat sebagai Kepala Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Indonesia yang juga aktif sebagai Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PBIDI), mengungkapkan bahwa peran orang tua juga sangat penting dalam menentukan kesiapan fisik dan psikologis anak. Orang tua sebaiknya berdiskusi terlebih dahulu kapan waktu yang tepat agar anak siap untuk disunat. 

“Setelah tindakan, selalu dampingi anak secara psikologis dan spiritual dan lakukan perawatan yang tepat setelah sunat untuk mempercepat proses penyembuhan dan mencegah terjadinya komplikasi luka sunat,” kata dr Reisa. 

Editor : Elvira Anna

Bagikan Artikel: