Adrian Yunan Ceritakan Kisah Haru di Balik Lagu Sebelah Mata usai Alami Buta Permanen
"Sekarang aku sudah total tidak melihat. Tapi bukan seperti semuanya menjadi hitam. Kalau aku menggambarkannya, seperti abu-abu. Seperti layar, sebagian besar tidak ada bayangan atau cahaya yang tembus, tetapi di bagian pinggir masih ada sedikit bocoran cahaya," katanya.
Di tengah kondisi tersebut, Adrian justru merasa semakin produktif dalam bermusik. Dia menilai kehilangan penglihatan membuatnya lebih berani dalam menulis lagu karena tidak lagi merasa dibatasi oleh aspek visual.
Bagi Adrian, musik kini menjadi terapi sekaligus media untuk menyampaikan cerita. Jika sebelumnya dia ingin memberikan pencerahan melalui musik, kini dia lebih ingin berbagi perasaan lewat lirik yang dibuatnya.
"Sejujurnya kalau aku hitung sisi baiknya, saat menulis lagu aku merasa lebih berani dan tidak ada batasan. Akhirnya aku lebih produktif. Bisa membuat album dua, walaupun dalam jangka waktu yang lama. Buatku itu sudah bagus banget," ucapnya.
Kisah Adrian Yunan dan lagu Sebelah Mata memperlihatkan sisi personal di balik sebuah karya musik. Lagu tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perjalanan Efek Rumah Kaca, tetapi juga merekam pengalaman Adrian saat menghadapi perubahan besar dalam hidupnya.
Caption foto: Adrian Yunan menceritakan kisah haru di balik lagu *Sebelah Mata* yang terinspirasi dari pengalaman gangguan penglihatannya.
Editor: Dani M Dahwilani