Namun di luar itu, puasa Senin dan Kamis memang merupakan ibadah sunnah yang sering diamalkan oleh Rasulullah SAW.
عَنْ أَبِيْ قَتَادَةَ الأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ الْإِثْنَيْنِ فَقَالَ” : فِيْهِ وُلِدْتُ وَفِيْهِ أُنْزِلَ عَلَيَّ .” رواه مسلم
Artinya: Dari Abi Qotadah al-Anshori RA sesungguhnya Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai puasa hari senin. Rasulullah SAW menjawab: Pada hari itu aku dilahirkan dan wahyu diturunkan kepadaku. (HR. Muslim).
Apabila 12 Rabiul Awal kebetulan jatuh pada hari Senin atau Kamis, umat muslim bahkan hanya dianjurkan untuk mengerjakan puasa Senin Kamis, bukan puasa Maulid. Hal itu bisa diterapkan pada tahun ini, di mana Maulid Nabi bertepatan pada hari Kamis, 28 September 2023.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa puasa yang dikerjakan di hari kelahiran Nabi Muhammad tidak berhukum haram. Akan tetapi, belum ditemukan sumber valid satu pun yang menyebut secara spesifik adanya ibadah bernama ‘puasa di hari Maulid’.
Dari penjelasan di atas terjawab sudah bukan pertanyaan tentang apakah boleh puasa di hari Maulid?
Wallahu a’lam bish shawab.
Editor: Komaruddin Bagja