Hikmah

Apakah Orangtua di Alam Kubur Mengetahui Kabar Anaknya yang Masih Hidup? Begini Penjelasannya

Kastolani · Kamis, 08 Desember 2022 - 16:21:00 WIB
Apakah Orangtua di Alam Kubur Mengetahui Kabar Anaknya yang Masih Hidup? Begini Penjelasannya
Muslim dianjurkan untuk berziarah terutama ke makam orangtua. Sebab, mereka yang sudah di alam kubur mengetahui kabar dan perbuatan anaknya yang masih hidup. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Apakah orangtua di alam kubur mengetahui kabar anaknya yang masih hidup mungkin banyak yang belum mengetahuinya.

Dalam ajaran Islam, orang yang sudah meninggal memang berbeda alam yakni di alam barzakh yang merupakan tempat sementara atau peralihan dari alam dunia ke alam akhirat. Meski sudah meninggalkan dunia, mereka tetap bisa mendengar dan melihat orang yang masih hidup di dunia terlebih ketika menziarahi kuburnya.

Allah SWT berfirman dalam Al Quran, Surat Ar Rum ayat 52-53

فَإِنَّكَ لَا تُسْمِعُ الْمَوْتَى وَلا تُسْمِعُ الصُّمَّ الدُّعَاءَ إِذَا وَلَّوْا مُدْبِرِينَ (52) وَمَا أَنْتَ بِهَادِي الْعُمْيِ عَنْ ضَلالَتِهِمْ إِنْ تُسْمِعُ إِلا مَنْ يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا فَهُمْ مُسْلِمُونَ (53) 

Artinya: Maka sesungguhnya kamu tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar, dan menjadikan orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka itu berpaling membelakangi. Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta (mata hatinya) dari kesesatannya. Dan kamu tidak dapat memperdengarkan (petunjuk Tuhan) melainkan kepada orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, mereka itulah orang-orang yang berserah diri (kepada Kami). (QS. Ar Rum: 52-52)

Menurut Ibnu Katsir, ayat tersebut menegaskan bahwa Allah SWT dengan kekuasaan-Nya dapat menjadikan orang-orang yang telah mati mendengar suara orang-orang yang hidup, jika Dia menghendaki.

Diriwayatkan dari Abdullah ibnu Umar ra bahwa Nabi Saw berbicara kepada orang-orang musyrik yang telah mati dalam Perang Badar, lalu mereka dilemparkan di dalam sebuah sumur di Badar. Hal itu dilakukan oleh Nabi Saw sesudah tiga hari. Nabi Saw dalam pembicaraannya itu mencela dan mengecam mereka yang telah mati di dalam sumur itu. 

Sahabat Umar kemudian bertanya kepada Nabi SAW, "Wahai Rasulullah, mengapa engkau berbicara kepada kaum yang telah menjadi bangkai?" Rasulullah SAW lalu menjawab:

"وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، مَا أَنْتُمْ بِأَسْمَعَ لِمَا أَقُولُ مِنْهُمْ، وَلَكِنْ لَا يُجِيبُونَ"

Artinya: Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, tiadalah kalian lebih mendengar apa yang kuucapkan dari mereka, tetapi mereka tidak dapat menjawab.

Hadis ini ditakwilkan oleh Siti Aisyah r.a. dengan pengertian 'sesungguhnya mereka yang diajak bicara itu, setelah mereka mati benar-benar mengetahui bahwa apa yang dikatakan oleh Nabi Saw kepada mereka adalah benar belaka.'

Qatadah mengatakan bahwa Allah menghidupkan mereka untuk Nabi Saw sehingga mereka dapat mendengar ucapannya, sebagai kecaman, cemoohan, dan pembalasan darinya.

Dari hadits di atas dapat disimpulkan bahwa orang yang sudah meninggal bisa mendengar dan melihat apa yang dilakukan orang yang masih hidup.

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2 3

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda