Hikmah

Perjalanan Ruh Manusia Setelah Kematian Menurut Hadits Shahih

Kastolani · Kamis, 01 Desember 2022 - 06:00:00 WIB
Perjalanan Ruh Manusia Setelah Kematian Menurut Hadits Shahih
Perjalanan ruh manusia setelah kematian menurut hadits shahih bergantung pada amal dan imannya. (Foto: Dok.iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Perjalanan ruh manusia setelah kematian menurut hadits shahih bisa menjadi introspeksi diri bagi yang masih hidup di dunia. 

Setiap yang bernapas termasuk manusia pasti akan mati. menemui ajalnya. Sebab, kematian adalah hak dan pasti terjadi. Namun, kapan waktunya tak seorang pun yang mengetahuinya karena hal itu merupakan rahasia Ilahi.

Mengenai kematian, Allah SWT berfirman dalam Al Quran, Surat Al Ankabut ayat 57.

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Artinya: Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan. (Al-'Ankabut: 57)

Dalam Tafsir Ibnu Katsir diterangkan maksud ayat tersebut yakni di mana pun kalian berada, maut pasti akan mendapati kalian. Maka jadilah kalian orang-orang yang selalu berada dalam ketaatan kepada Allah di mana pun kalian berada, sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah kepada kalian. Karena sesungguhnya hal ini lebih baik bagi kalian, sebab maut pasti akan menjemput kalian tanpa bisa dielakkan. 

Kemudian hanya kepada Allah-lah kalian dikembalikan; barang siapa yang selalu taat kepada-Nya, maka Dia akan membalasnya dengan balasan yang sebaik-baiknya dan memberikan pahalanya dengan penuh.

Perjalanan Ruh Manusia Setelah Kematian Menurut Hadits Shahih

KH Muhammad Sholikin dalam bukunya Ritual dan Tradisi Islam Jawa dijelaskan, menurut Ibnu Qayyim ruh setelah dicabut dari jasadnya terbagi dua yakni ruh yang merasakan kenikmatan dan ruh yang mendapat siksa.

Adapun yang merasakan siksa ruhnya tidak sempat kembali dan bertemu dengan jasadnya. Sedangkan yang merasakan kenikmatan ruhnya diberikan waktu untuk kembali ke jasadnya. Ruh dan jasad saling bertemu dan saling menceritakan tentang apa apa yang terjadi di dunia, juga tentang keadaan mereka ketika menjadi penduduk dunia.

Mengenai perjalanan ruh manusia setelah kematian disebutkan dalam sejumlah hadits shahih berikut, di antaranya diriwayatkan oleh Imam Muslim. 

Dari Al-Barra ibnu Azib yang mengatakan, "Kami berangkat bersama Rasulullah Saw untuk melayat jenazah seorang Ansar. Setelah kami sampai di kuburnya, si jenazah masih belum dimasukkan ke liang lahadnya. Maka Rasulullah Saw. duduk, dan kami duduk di sekitarnya, saat itu di atas kepala kami seakan-akan ada burung. 

Pada waktu itu tangan Rasulullah Saw memegang setangkai kayu yang beliau ketuk-ketukkan ke tanah, lalu beliau mengangkat kepala dan bersabda, 'Mohonlah perlindungan kepada Allah dari azab kubur,' sebanyak dua atau tiga kali. Kemudian beliau Saw. bersabda: Sesungguhnya seorang hamba yang beriman apabila habis masa hidupnya di dunia ini dan akan berpulang ke alam akhirat, turunlah kepadanya malaikat dari langit yang berwajah putih, seakan-akan wajah mereka adalah matahari. 

Mereka membawa kain kafan dari kafan surga dan wewangian dari wewangian surga, lalu mereka duduk di dekatnya sejauh mata memandang. Kemudian datanglah malaikat maut yang langsung duduk di dekat kepalanya, lalu ia berkata, 'Hai jiwa yang baik, keluarlah kamu menuju kepada ampunan dan rida dari Allah.' 

Hal ini disebutkan dalam Al Quran, Surat Al Fajhr ayat 27-30. Allah SWT berfirman:

 يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ (27) ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً (28) فَادْخُلِي فِي عِبَادِي (29) وَادْخُلِي جَنَّتِي 

Artinya: Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridai-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam surga-Ku. (QS. Al Fajr: 27-30).

Maka keluarlah ruhnya dengan mudah seperti setetes air yang keluar dari mulut wadah minuman, lalu malaikat maut mengambilnya. Apabila malaikat maut telah mengambilnya, maka dia tidak membiarkannya berada di tangannya barang sekejap pun melainkan para malaikat itu mengambilnya dengan segera, lalu mereka masukkan ke dalam kain kafan dan wewangian yang mereka bawa itu. 

Editor : Kastolani Marzuki

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda