JAKARTA, iNews.id - Bacaan niat puasa ganti puasa Ramadhan di hari Kamis penting untuk diketahui umat Islam. Bagi Muslim yang masih punya utang puasa wajib hukumnya untuk menggantinya sebelum Bulan Ramadhan tiba.
Muslim yang batal puasanya baik disengaja maupun tidak saat bulan Ramadhan, juga diwajibkan mengganti puasanya di hari lain di luar Ramadhan. Mengerjakan ibadah tersebut sering disebut dengan qadha puasa.
Jelang Ramadan, Kerajaan Arab Saudi Beri 100 Ton Kurma Premium untuk Indonesia
Qadha dalam Bahasa Arab bisa bermakna hukum dan penunaian. Sementara secara istilah, para ulama mendefinisikan qadha’ sebagai mengerjakan kewajiban (ibadah) setelah lewat waktunya.
Dalil tentang qadha puasa Ramadhan ini berdasarkan firman Allah SWT:
Kapan Batas Qadha Puasa Ramadhan 2026? Begini Penjelasan Ulama
فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (١٨٤
Artinya; “Maka Barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi Makan orang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, Maka Itulah yang lebih baik baginya. dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui” (Qs. Al-Baqarah: 184).
Lantas, bagaimana bacaan niat puasa ganti Ramadhan yang benar? Berikut bacaan lengkapnya.
Niat Puasa Ganti Puasa Ramadhan di Hari Kamis
نويت صوم غد عن قضاء فرض رمضان لله تعالى
Latin: Nawaitu Shauma Ghadin 'An Qadha'I Fardi Ramadhana Lillaahi Ta'Ala.
Artinya : Saya niat berpuasa besok dari mengqadha' fardu ramadhan Lillaahi Ta'ala
Niat Puasa Qadha Ramadhan tidak boleh dicampur dengan niat puasa sunnah. Sebab, status qadha puasa itu adalah wajib. Maka, niat harus dilakukan pada malam harinya atau saat makan sahur.
Syarat ini mendasarkan pada Hadits Rasulullah SAW.
“من لم يبيت النية قبل الفجر فلا صيام له”-
"Siapa yang tidak menetapkan niat sebelum fajar, maka tiada puasa baginya".