Hikmah

6 Bacaan Sujud Syukur dan Arti Beserta Syarat dan Hukumnya

Kastolani · Jumat, 11 Juni 2021 - 20:40:00 WIB
6 Bacaan Sujud Syukur dan Arti Beserta Syarat dan Hukumnya
Jemaah haji sujud syukur setibanya di Tanah Air. (Foto: Dok,iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Bacaan sujud syukur perlu diketahui dan diamalkan ketika mendapat karunia berupa kelahiran seorang anak yang lama dinantikan, sembuh dari penyakit, menemukan harta yang hilang, selamat dari bahaya, dan kemenangan umat Islam.

Belakangan ini sujud syukur banyak dilakukan masyarakat mulai dari atlet menang lomba, pesepak bola usai mencetak gol, siswa merayakan kelulusan hingga peserta pilkada yang memenangkan kontestasi pemilu.

Ustazah Maharathi Marfuah dalam bukunya Bagaimana Seharusnya Sujud Syukur? terbitan Rumah Fiqih Publishing menjelaskan, syukur menurut Ibul Qayyim adalah menunjukkan adanya nikmat Allah pada dirinya. Dengan melalui lisan, yaitu berupa pujian dan mengucapkan kesadaran diri bahwa ia telah diberi nikmat. Dengan melalui hati, berupa persaksian dan kecintaan kepada Allah. Melalui anggota badan, berupa kepatuhan dan ketaatan kepada Allah dengan sujud syukur.

Menganai sujud syukur, para ulama berbeda pendapat tentang pensyariatan sujud syukur ini. Sebagian mengatakan bahwa sujud syukur memang disyariatkan, namun sebagian ulama lain mengatakan bahwa sujud syukur tidak disyariatkan.

Para ulama mazhab yang mengatakan bahwa sujud syukur itu hukumnya sunnah. Di antara ulama yang mengatakan sujud syukur disyariatkan yakni ulama Mazhab Asy-Syafi'iyah, Imam Ahmad bin Hanbal, Ishaq, Abu Tsaur dan Ibnul Mundzir, Ibnu Rajab al-Hanbali. 

Imam Syafi’i menyebutkan:

وَنَحْنُ نَقُولُ: لَا بَأْسَ بِسَجْدَةِ الشُّكْرِ وَنَسْتَحِبُّهَا وَيُرْوَى عَنْ النَّبِيِّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - أَنَّهُ سَجَدَهَا، وَعَنْ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا - وَهُمْ يُنْكِرُونَهَا يَكْرَهُونَهَا وَنَحْنُ نَقُولُ لَا بَأْسَ بِالسَّجْدَةِ لِلَّهِ تَعَالَى فِي الشُّكْرِ.

Kita berkata bahwa sujud syukur itu tak apa-apa dilakukan, bahkan kita mengatakan hukumnya mustahab (disukai). Hal itu karena telah diriwayatkan dari Nabi bahwa beliau melakukan sujud syukur, Abu Bakar, Umar juga melakukannya.

Dasar dalil yang mereka gunakan adalah hadits Nabi shallaallahu alalihi wa sallam berikut ini:

عَن أَبِي بَكْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ كَانَ إِذَا أَتَاهُ أَمْرُ سُرُورٍ - أَوْ: بُشِّرَ بِهِ - خَرَّ سَاجِدًا شَاكِرًا لِلَّهِ

Dari Abi Bakrah radhiyallahuanhu bahwa Nabi shallaallahu alalihi wa sallam bila mendapatkan hal-hal yang membuatnya bergembira atau diberi kabar gembira, beliau bersujud syukur kepada Allah. (HR. Abu Daud dan Tirmizy).

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2 3