Hikmah

Doa Jeda Sholat Tarawih

Kastolani · Senin, 19 April 2021 - 16:00:00 WIB
Doa Jeda Sholat Tarawih
Salat Tarawih di Masjid Istiqlal, Selasa (13/4/2021) menerapkan protokol kesehatan. (Foto: Muhammad Refi Sandi)

JAKARTA, iNews.id - Doa jeda sholat tarawih lazim dibaca di sela-sela melaksanakan sholat sunnah di Bulan Ramadhan. Doa jeda sholat tarawih ini biasanya dimpimpin bilal. Bacaan bilal tarawih ini mengisi selepas salam sebelum kembali melanjutkan sholat tarawih berikutnya.

Sholat tarawih merupakan salah satu amalan ibadah di malam Bulan Ramadhan. Sholat sunnah ini boleh dikerjakan delapan rokaat dengan ditambah tiga rokaat sholat witir, boleh juga dikerjakan 20 rokaat ditambah tiga sholat witir.

Sholat Tarawih ini identik dengan bulan Ramadhan karena memang sholat sunnah itu hanya bisa dikerjakan di bulan suci. 

Shalat Tarawih hukumnya sunah muakkadah (sunah yang sangat dianjurkan) bagi setiap laki-laki dan wanita yang dilaksanakan pada tiap malam bulan Ramadhan.

Dinamakan Tarawih karena orang yang melaksanakan shalat sunah di malam bulan Ramadhan beristirahat sejenak di antara dua kali salam.

Sebab dengan duduk tersebut, mereka beristirahat karena lamanya melakukan Qiyam Ramadhan. Bahkan, dikatakan bahwa mereka bertumpu pada tongkat karena lamanya berdiri.

Dari situ kemudian, setiap empat rakaat (dengan 2 salam) disebut Tarwihah, dan semuanya disebut Tarawih. Hal itu sebagaimana dijelaskan oleh al-Hafiz Ibn Hajar al 'Asqallaaniy dalam kitab Fath al-Baari Syarah al-Bukhari sebagai berikut:

سُمِّيَتِ الصَّلَاةُ فِي الْجَمَاعَةِ فِي لَيَالِي رَمَضَانَ التَّرَاوِيحَ لِأَنَّهُمْ أَوَّلَ مَا اجْتَمَعُوْا عَلَيْهَا كَانُوا يَسْتَرِيحُوْنَ بَيْنَ كُلِّ تَسْلِيمَتَيْنِ .

Artinya: Shalat jamaah yang dilaksanakan pada setiap malam bulan Ramadhan dinamai Tarawih karena para sahabat pertama kali melaksanakannya, beristirahat pada setiap dua kali salam.

Berikut bacaan doa jeda Sholat Tarawih.

1. Membaca syahadat tiga kali. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ

Artinya, “Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah.” Dibaca tiga kali.

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2 3