Hikmah

Doa Syukuran Kelahiran Anak, Pernikahan Hingga Menempati Rumah Baru

Kastolani · Minggu, 28 Februari 2021 - 23:19:00 WIB
Doa Syukuran Kelahiran Anak, Pernikahan Hingga Menempati Rumah Baru
Ilustrasi doa syukuran. (Foto: ist)

JAKARTA, iNews.id - Bagi masyarakat Muslim terutama di Jawa, setiap kali terjadi perubahan siklus kehidupan manusia mulai dari kelahiran, khitanan, pernikahan hingga membangun rumah selalu mengadakan ritual selamatan atau memanjatkan doa syukuran atau selamatan.

Ritual tersebut tidak lain untuk memohon keselamatan dan kebahagiaan dalam hidup sekaligus sebagai simbol penghayatannya atas hubungan diri dengan Allah SWT.

Bersyukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT merupakan kewajiban yang tidak boleh dilupakan Muslim. Allah SWT berfirman dalam Alquran.

وَاَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

Artinya: Dan terhadap nikmat Rabbmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur). (QS. Ad Duha: 11).

Ibnu Katsir menerangkan bahwa ayat tersebut memiliki makna yakni sebagaimana engkau dahulu orang yang kekurangan lagi banyak tanggungannya,lalu Allah menjadikanmu berkecukupan, maka syukurilah nikmat Allah yang diberikan kepadamu itu. 

Sebagaimana yang disebutkan dalam doa yang di-ma’sur dari Nabi Saw. seperti berikut: «وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعْمَتِكَ مُثِنِينَ بِهَا عَلَيْكَ قابليها وأتمها علينا» 

Artinya: Dan jadikanlah kami orang-orang yang mensyukuri nikmat-Mu dan memanjatkan pujian kepada-Mu karenanya serta menerimanya, dan sempurnakanlah nikmat itu kepada kami. 

Abdullah ibnu Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Mansur ibnu Abu Muzahim, telah menceritakan kepada kami Al-Jarrah ibnu Falih, dari Abu Abdur Rahman, dari Asy-Syabi, dari An-Nifman ibnu Basyir yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw bersabda di atas mimbar:

"Barang siapa yang tidak mensyukuri nikmat yang sedikit, berarti tidak mensyukuri nikmat yang banyak. Dan barang siapa yang tidak berterima kasih kepada (jasa) orang lain, berarti dia tidak bersyukur kepada Allah".

Menyebut-nyebut nikmat Allah adalah (ungkapan rasa) syukur, sedangkan meninggalkannya berarti mengingkarinya. 
Karena itu, jika mendapati nikmat Muslim diperintahkan untuk mengucap syukur. Bentuknya bisa berbagai cara sesuai tuntunan agama, salah satunya dengan mengadakan doa syukuran atau selamatan.

Berikut ini kumpulan doa syukuran atau selamatan.

1. Doa Syukuran atau Selamatan Kelahiran Anak

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَا لَمِيْنَ. اَللهم صَلِّ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىٰ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اللهم يَا خَالِقَ اْلإِنْسَانِ فِى أَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ، وَمَا مُعْطِيَ اْلبَنَاتِ وَالْبَنِيْنَ، وَيَا مُرَبِّيَ اْلأَوْلَادِ، وَيَا رَحِيْمَ اْلعِبَادِ، إِنَّكَ قَدْ أَنْعَمْتَ عَلَيْنَا بِطُلُوْعِ هٰذَا اْلوَلَدِ الْمَحْمُوْلِ فِى بَطْنِ أُمِّهِ الْمَثْقُوْلِ.

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Ya Allah limpahkanlah rahmat ta’dhim atas junjungan kami, yaitu Nabi Muhammad dan juga keluarga junjungan kami, yaitu Nabi Muhammad. Ya Allah wahai Pencipta manusia dengan sebaik-baik bentuk, wahai Tuhan yang mendidik anak-anak dan menyayangi pada hambanya. Engkau telah memberikan nikmat kepada kami, dengan kelahiran anak kami ini, yang dikandung berat dalam perut ibunya.

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2 3